Pages

Minggu, Desember 08, 2019

Liverpool menjaga Rekor Kemenangan Di Stadion Dean Court

           Senyum cerah Klopp di stadion Dean Court: dok liverpoolfc.com


Pekan ke 16 Liga Inggris, saingan terdekat Liverpool adalah Leicester yang bercokol di posisi kedua dengan 35 point dan baru bertanding malam ini melawan Aston Villa malam ini, hadir pula Manchester City yang berjibaku melawan klub sekota, Manchester United, sial bagi pasukan Pep Guardiola yang harus takluk di Etihad stadium dan  menyerah 1-2. Nilai City di pekan ke 16 ini mengepak 32 point dan terpaut empat belas point dengan Liverpool.

The Reds masih haus kemenangan, skuad Juergen Klop memburu kemenangan dan berusaha lebih berlari kencang dari pesaing pesaingnya. Setahun yang lalu menjelang perayaan Natal, posisi pertama di klasemen masih dipegang Liverpool namun sialnya di akhir musim kompetisi malah Manchester City yang mengangkat trophy. Saat ini The Reds tetap berada di posisi puncak dan semoga saja itu berakhir manis ketika melewati pertandingan terakhir dan mampu memboyong trophy yang sudah lama di idam idamkan.

Bournemouth menjadi lawan Liverpool di pekan ke 16, klub yang mempunyai markas di stadion Dean Court menjamu Liverpool. Pelatih Bournemouth Edward Jhon Frank Howe mesti pintar memutar otak agar pasukannya mampu menahan gempuran Jordan Henderson dan kawan kawan  yang hingga saat ini telah menceploskan tiga puluh tujuh  gol ke gawang lawan dalam lima belas kali bertanding, tentu ini adalah sinyal bahaya bagi  Aaron Ramsdale, hingga saat ini Bournemouth telah kebobolan 21 gol dari 15 kali bertanding.

Liverpool berinisiatif membuka serangan namun pemian belakang Bournemouth disiplin menjaga setiap jengkal pertahanan, namun upaya tak kenal lelah pemain Liverpool terbayar di menit ke 35, umpan jauh dari tengah lapangan yang dikirimkan Henderson mampu di kejar oleh Chamberlain yang lebih cepat datang ke arah bola, tanpa ampun ia pun menjatuhkan diri sambil menendang bola dari kaki kiri dan gol, Liverpool unggul 1-0.

Menjelang babak pertama berakhir, Liverpool menggandakan kemenangan melalui Naby Keita, pemain bernomor punggung 8 menerima umpan ciamik dari Salah dan diakhiri dengan gol kedua. Hingga babak pertama usai, Liverpool tetap unggul 2-0. Memasuki babak kedua tak ada tanda tanda Liverpool untuk mengendurkan serangan, jika pada gol kedua Salah yang mengumpan, kini saat Salah mencetak gol di menit ke 54, gantian Keita yang menyodorkan umpan dan membawa Liverpool unggul 3-0. Meski bertandang dan bermain di stadion Dean Court namun Liverpool seolah olah yang menjadi tuan rumah. Pulang dari kandang Bournemouth dengan tambahan tiga poin membuat Liverpool tetap berada di puncak klasemen. Selayaknya memang Liverpool bisa mendekap trophy tahun ini jika menilik dari performa Mohammad Salah cs memainkan pertandingan demi pertandingan. Namun satu hal yang patut di waspadai Liverpool menjelang Natal adalah “kutukan” bertengger di puncak klasemen dan itu di bulan Desember.

Deritanya adalah Liverpool tergelincir justru disaat musim kompetisi berakhir dan di tikung oleh posisi kedua, ini semestinya yang menjadi catatan bagi para pemain Liverpool. Memang sih penantian panjang Liverpudlian yang ingin melihat klub kesayangannya juara lagi di Liga Inggris memang begitu menggebu, namun melihat performa Liverpool sejauh ini begitu impresif menerbitkan asa melihat kembali kejayaan jagoan Merseyside taktala begitu menguasai Liga Inggris dan juga Eropa pada tahun 80an, melihat kembali Liverpool saat ini mengingatkan kembali akan masa masa indah tersebut, semoga saja di bulan Mei ada kabar gembira dari The Reds kita tunggu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar