Pages

Minggu, Februari 23, 2020

Menunggu Panah Perpani Beraksi Di Olimpiade Tokyo 2020


           Pepanah putri Diananda Choirunisa siap berprestasi di Olimpiade Tokyo 2020(dok:detik.com)


Olimpiade Tokyo tinggal menghitung hari, di bulan  Juli hingga Agustus helatan pesta olah raga terbesar di jagad raya ini digelar, bagaimana dengan peluang Indonesia, tentu kontingen Indonesia bertumpu pada cabang olah raga bulu tangkis serta angkat besi yang berpeluang besar meraih medali di Olimpiade Tokyo, namun sebenarnya kisah perolehan medali di Olimpiade bagi Indonesia justru bukan dari cabang bulu tangkis ataupun angkat besi. Satu satunya medali yang pernah diraih Indonesia saat menjadi peserta Olimpiade adalah cabang olah raga panahan.

Seoul 1988,perhelatan akbar multi event olimpiade diselenggarakan.Korea Selatan menjadi tuan rumah,bintang bintang olahraga dunia turut meramaikan event bergengsi empat tahunan,nama Matt Biondi di cabang renang,Carl Lewis dan Ben Jhonson di arena atletik,Steffi Graff yang memboyong gelar golden slam dengan merebut emas tenis lapangan plus gelar 4 grand slam dalam satu tahun yang sama.Dan munculnya sprinter Mardi Lestari yang mampu meraih posisi semifinal di lintasan atletik nomor 100 meter putra.

Dan yang fenomenal adalah raihan dari cabang panahan,trio srikandi Indonesia yang diperkuat Nurfitriyana Saiman,Kusuma Wardhani,dan Lilis Handayani untuk kali pertama sejak keikutsertaan kontingen merah putih sejak olimpiade Helsinki 1952,mampu merebut medali,dengan raihan satu perak.Panah Perpani yang juga induk dari cabang panahan mampu mencetak sejarah,kontan saja kemenangan trio pepanah ini melambungkan nama pelatih kawakan Donald Pandiangan sebagai pelatih bertangan dingin.

Namun sayang sejak era medali perak,panahan tak mampu lagi menyumbang medali di olimpiade berikutnya,entah mengapa prestasi panahan merah putih seolah tak terdengar lagi,dicabang adu tepat bidikan ini,atlet atlet nasional belum bisa lagi  menyamai prestasi perak ini,akankah talenta talenta pepanah kita sudah habis,padahal secara tradisi,panahan adalah bagian tradisi bangsa ini,disetiap suku di negeri ini pasti bersentuhan dengan busur dan anak panah,jika para praktisi panahan mampu memunculkan bibit bibit baru bukan hal yang berat jika panah Perpani bisa menembus dominasi para pepanah Korea Selatan,ayo bangkit para srikandi dan arjuna merah putih,ukir sejarah dengan busur dan anak panah,melesat!

Pembuktian untuk bisa meraih kembali kejayaan panahan dan membidik medali, adalah atlet peraih perunggu saat bertanding dalam event Asian Games 2018, Riau Ega Agatha, pepanah ini akan bertanding dikategori individu recurve putra, jago bidik kelahiran Blitar 25 November 1991 pernah menjajal pentas kejuaraan dunia panahan serta Olimpiade Rio de Janeiro pada tahun 2016 lalu, dan Riau Ega Agatha tetap menyimpan ambisi berikutnya agar bisa tampil di nomor beregu putra bersama Hendra Purnama dan juga Arif Dwi Pangestu. 

Di kategori putri, srikandi andalan kontingen Indonesia adalah Diananda Choirunisa, peraih medali perak Asian Games 2018 akan berangkat ke Tokyo untuk bertarung di nomor recurve individu, pepanah yang tampil mengesankan di ajang Asian Games ini patut mendapat perhatian untuk bisa membawa pulang medali ke tanah air  setelah cabang panahan mampu membuat kejutan dengan meraih medali perak saat Olimpiade 1988 Seoul.

Semoga saja pepanah yang mengenakan hijab ini mampu mebuat prestasi yang membanggakan, kita  doakan Diananda Choirunisa mampu juga menembus Olimpiade Tokyo di kategori beregu. Pernah satu ketika lesakan panah Perpani yang merupakan induk olahraga panahan Indonesia mendapatkan medali perak, setelah vakum tiga puluh dua tahun tak mampu persembahkan gelar juara, pembuktian kedigdayaan para srikandi dan arjuna Indonesia akan kita saksikan bersama, tetap lawan terberat bagi Indonesia adalah para pepanah Korea Selatan, namun dengan ketekunan berlatih, bukan tak mungkin panah Perpani akan menncap di Olimpiade Tokyo 2020 ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar