Senin, Juli 06, 2020

Oh Begini Rasanya Dapat Bansos Dari Presiden RI

Bansos pun diterima nih(dokpri)



Tak ada barang datang dari suplier yang tiba di gudang tempat penulis bekerja, hal ini membuat Mang Cecep kelimpungan karena penghasilan harian dari bongkar muat adalah “nyawa” bagi keluarganya.
Apa boleh buat selama hampir tiga bulan, bongkar muat seakan terhenti, terasa benar dampak dari penyebaran pandemi Covid-19.


Hidup harus berlanjut, perut pun mesti terisi, tak bisa bertopang dagu dan juga dibiarkan begitu saja. Beruntung ada informasi bahwa untuk warga yang terdampak pandemik Corona berhak mendapatkan bantuan sosial dari presiden RI. Akhirnya dana APBN pun digelontorkan untuk bansos.
Mang Cecep yang kesehariannya berprofesi sebagai kuli bongkar muat, Pak Hendra yang merupakan sekuriti dan juga penulis serta teman teman yang jam kerjanya bergiliran di shift, selang seling bergantian hari akhirnya di data sebagai penerima bansos.
Ada sih cerita dari teman teman dari wilayah Jakarta dan kota Bekasi, bahwa bansos telah di distribusikan kepada warga, namun untuk wilayah kabupaten Bekasi ternyata bansos nggak ada beritanya nih, sepi sepi saja gitu deh entah kenapa.

Cara mendapatkan bansos cukup mudah dan nggak berbelit, cukup setor kopi KTP, mengisi data dan setelah itu tinggal korlap yang menghubungi pihak yang menyalurkan bansos itu sendiri.
Akhirnya beberapa puluh nama pun mengisi data dan mengajukan bansos. Nggak perlu njelimet lho, bawa kendaraan dan bawa data akhirnya dapat juga tuh bansos dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Ada binar bahagia dari wajah Mang Cecep saat bansos benar benar di terima, maka tak tertolaklah paket bansos yang dibungkus tas berwarna merah putih dengan tulisan”bantuan Presiden RI”, mau tahu isinya apa saja sih?

Ada beras rojolele seberat sepuluh kilogram, sarden ukuran besar dua, ukuran kecil enam kaleng, mie instan sebanyak dua belas bungkus, minyak goreng dua liter dan saus.
Rasanya gimana gitu lho dapat bansos, rasanya negara ikut hadir disaat rakyat kesusahan seperti ini.
Ya paling tidak merasa nggak sia sia deh bayar pajak buat negara, apa yang kita berikan kepada negara tercinta bisa balik lagi berupa paket sembako.

Meski nggak ngarepin bener dapat lagi, paling nggak terasa terobati lara deh, bayangkan saja di kabupaten Bekasi mah nggak kedengeran pisan bansos turun, rerata teman teman penulis berdomisili di kabupaten Bekasi tapi sama saja ceritanya, belum pernah dapetin bantuan dari pemerintah setempat, nggak tahu juga kalau di wilayah lain mah, moga moga saja sih ada gitu.

Thanks juga untuk bro Dedi Hartono S.Sos yang berbaik hati menginfokan dan juga mendata serta menyalurkan bantuan sosial.
Semoga saja situasi pandemi Covid-19 segera berlalu, situasi menjadi normal kembali, buruh buruh bekerja kembali dan masuk kerja seperti biasa dan tak mengalami pemotongan gaji atau juga di berhentikan alias PHK.
Tetap jaga jarak ya, nggak lupa kenakan masker, negeri ini nggak kebal virus corona lho, buktinya dari hari ke hari malah tambah banyak.

Tampaknya pemerintah nggak perlu bikin kalung anti virus Corona deh🤭.
Cukupkan saja kebutuhan sembilan bahan pokok dan distribusi pembagiannya lebih teratur. Nggak apa apa niru konsep bantuan dari pemerintah sebelumnya, jika konsepnya baik maka rakyat pun akan berterima kasih kok.

Mang Cecep dan juga jutaan warga Indonesia dibelahan mana pun akan merasa gembira jika negara hadir dan ada saat nestapa dan bencana melanda dan itulah sejatinya ideologi Pancasila bahwa Keadilan Sosial bagi rakyat Indonesia memang benar benar ada dan bukan retorika, apalagi ngaku ngaku paling Pancasila, ngerti ora son?


Selasa, Juni 16, 2020

Sunyoto Sang Pendekar Lingkungan Mengubah Pemukiman Kumuh Menjadi Resik Asri berprestasi

                            Sunyoto tokoh inspiratif yang mencintai lingkungan dengan ketulusan(dokpri)


Menolak menjadi bosan meski sudah memimpin komunitas bernama Masyarakat Peduli Lingkungan dari tahun 2015, untuk urusan lingkungan hidup tetap bersemangat, itulah pengakuan sosok bernama Sunyoto, lelaki yang pernah menjabat sebagai RT 05 RW 05 di perumahan Telaga Murni, upaya kerasnya kini berbuah manis. Berawal dari penghijauan dengan menanam beberapa batang pohon pucuk merah, cobalah berkunjung ke lingkungan saat ini, lingkungan kumuh di masa lalu kini tak bersisa sama sekali, yang ada adalah nuansa penghijauan, jalan jalan lingkungan yang rapi serta antusias warga yang semampunya agar hunian yang mereka tempati tetap asri dan resik.

Namun secara pribadi Sunyoto menyatakan tanpa partisipasi maksimal warga tak mungkin prestasi demi prestasi diraih komunitas Mapela TM 05, Sunyoto merasa bersyukur karena Mapela TM 05 telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Ham dengan nomor Akta Pendirian Nomor 5 tanggal 18 Januari 2016. Dengan ragam inovasi tentang masalah kepedulian ini pula Mapela TM 05 mendapat predikat juara 1 Lomba K 7 Kampung Sehat Kabupaten Bekasi di tahun 2016, untuk tingkat Provinsi Jawa Barat diganjar sebagai Pembinaan Desa Bersih Dan Hijau. Ditahun 2019, RW 05 mendapat sertifikat Program Kampung Iklim Kategori Utama dari Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan

Prestasi demi prestasi yang diraih baik untuk tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional tak membuat Sunyoto bertepuk dada, bahwa prestasi akan mengikuti setelah ikhtiar dilakukan, menurut Sunyoto target Mapela TM 05 bukan menerima beragam penghargaan, namun yang lebih penting adalah menjaga lingkungan hidup dengan ketulusan dan keikhlasan.


Memanfaatkan Sampah  Tangga Hingga Puntung Rokok


                 Bank sampah dan kebermanfaatan bagi warga komunitas Mapela TM 05(dokpri)



Sampah selalu menjadi momok yang menakutkan bagi warga masyarakat terutama di daerah perkotaan, volume sampah yang terus naik setiap tahunnya adalah kendala bagi semua, serakan sampah akan membuat lingkungan menjadi kotor dan tentu saja tidak sedap di pandang mata. Kebermanfataan sampah dilakukan oleh warga RW 05, Bank Sampah yang dimiliki oleh RW 05 menjadi salah satu bukti bahwa mereka tak main main untuk urusan sampah, uniknya lagi tentang sampah ini, anak anak yang menikmati fasilitas PAUD Seroja 1 B dapat membayar iuran dengan cara membawa sampah dari rumah dan di tabung.

Biopori pun bertebaran di titik tertentu di kawasan RW 05, pengolahan sampah rumah tangga dengan cara komposter. Yang seru adalah penggunaan puntung rokok yang di olah menjadi pestisida tembakau dan bisa dimanfaatkan untuk obat alami melawan hama tanaman. Yang menarik dan dilihat langsung oleh penulis, bocah bocah kecil pun peduli dengan keberadaan sampah, jika ada temannya membuang sampah secara sembarangan, temannya akan segera mengingatkan agar buang sampah ditempatnya.


Mengawal Tumbuh Kembang UMKM Di Lingkungan Perumahan

                                  Produk unggulan UMKM yang siap bersaing di pasaran(dokpri)


Menikmati sepotong kue nastar ketika bertandang ke rumah Bapak Sunyoto, kue renyah itu adalah kreasi usaha kecil dan menengah, Sunyoto mendorong penuh keberadaan UMKM di lingkungan RW 05, mereka mendapat tempat untuk menumbuhkan usahanya dan di carikan juga pemasaran bagi produk produk bikinan warga perumahan, selain kue nastar, ada juga minuman herbal secang bikinan Haji Oos, ada juga produk minuman yaitu bir pletok. Bahwa UMKM seperti yang di tuturkan Sunyoto layak di apresiasi, selain menambah penghasilan keluarga, kreasi kreasi dari pengusaha kecil  warga setempat memang memiliki kualitas layak jual.

                                    Kantung belanja dari bahan daur ulang, kreasi tangan terampil(dokpri)


Jika berkunjung ke RW 05, ada cindera mata unik berupa kantung belanja dari bahan bahan daur ulang, pernak pernik aksesoris yang terbuat dari sampah plastik, UMKM mendapat tempat istimewa, Sunyoto menyatakan bahwa pembinaan terhadap pengusaha kecil dan menengah akan tetap dilakukan agar perputaran ekonomi terus berlangsung.

 

Ruang Buku Untuk Generasi Milenial Mencintai Literasi

                        Mempersiapkan generasi milenial yang mencintai literasi(dokpri)


Dari sebuah bangunan mungil dengan satu rak kayu dengan koleksi buku yang terbatas, Sunyoto mengungkapkan kegundahan hatinya, di era zaman kekinian dan penggunaan gadget yang begitu massif.Minat baca anak anak sekarang terlihat menurun, hal itulah yang membuatnya menginisiasi sebuah tempat yang boleh di kunjungi oleh anak anak komplek perumahan, tempatnya bernama Ruang Buku yang terletak persis berdempetan dengan Bank Sampah.

                                      Sunyoto memamerkan koleksi buku di Ruang Buku(dokpri)


Sebuah kegundahan yag cukup beralasan, bahwa minat baca di Indonesia menurut badan PBB  UNESCO, menyebutkan angka yang membuat kita prihatin, dari seribu orang Indonesia, satu orang saja yang mempunyai minat baca. Jika data UNESCO bikin miris, ada fakta lain yang juga membuat kita hanya bisa termangu dalam diam. Riset yang diadakan oleh World Most Literate Nation Ranked di tahun 2016 menyebutkan bahwa peringkat Indonesia berada di urutan ke 60 dari 61 negara yang di survey dan hanya satu strip diatas Botswana.

Sunyoto berharap ada yang berbaik hati menyumbangkan buku buku untuk menambah koleksi Ruang Buku, beberapa instansi dan juga pihak institusi pendidikan pernah berjanji untuk menyumbang buku, namun hingga saat ini, komitmen tersebut belum teralisasi. Dengan hadirnya Ruang Buku, Sunyoto sangat berharap bahwa kid zaman now bisa melepaskan diri dari ketergantungan akan gadget. Meski berat namun Sunyoto meyakini bahwa hadirnya Ruang Buku di lingkungan RW 05 Perumahan Telaga Murni akan menjadi oase ilmu yang memberi manfaat.


Di Rumah Saja Namun Tetap Berkarya Saat Pandemi Corona

                                         Taman Panorama yang dikerjakan ketika pandemi Covid-19


Corona Virus Disease 19 atau yang kerap disebut Covid-19 telah mengubah wajah keseharian kita semua, mall mall ditutup, masjid pun meniadakan sholat Jumat, larangan berada di kerumunan, dan dampaknya adalah pergerakan ke luar rumah pun dibatasi. Jika sebelum pandemic Covid melanda, kunjungan ke Mapela TM 05 kerap dilakukan pihak luar untuk belajar tentang pengelolaan lingkungan, namun saat wabah Covid-19, sebagai ketua Mapela TM 05, Sunyoto meniadakan tour field untuk pihak luar berkunjung ke lingkungan RW 05 agar  bisa mengantisipasi penyebaran virus Corona.

                                        Gerbang   utama lingkungan RW 05 Perum Telaga Murni(dokpri)

Di tengah pandemi Covid-19 ini, warga RW 05 tetap menjaga kreatifitas saat berada di rumah saja, penuturan Sunyoto bahwa lingkungan RW 05 memiliki 8 RT dengan jumlah Kepala Keluarga di kisaran  750 dan memiliki warga sebanyak tiga ribuan jiwa, uniknya lagi masing masing RT memiliki tema tertentu dan menjadi ikon tersendiri, seperti RT 01 dengan pusat kebugaran serta budaya, RT 02 bisa  berbangga  keunggulan taman bunga nan ciamik, RT 03 memantapkan kreasi hidroponik serta rumah belajar.

Untuk RT 04 ciri khasnya adalah kerajinan tangan, RT 05 dengan Taman Pelanginya, RT 06 tetap yahud dengan tematik ketahanan pangan, RT 07 ada budidaya lele dan RT 08 memiliki lanskap kampung toga, berhentikah ide ide ketika Corona tiba? Ternyata menurut Sunyoto, meski harus di rumah namun kreatifitas urusan lain dan tetap berjalan, bermunculan spot spot instagramable yang bermunculan di masing masing RT. Saat penulis di ajak untuk melihat dari dekat, suasana lingkungan memang terlihat semarak.

                                        Mural dinding yang bikin betah berselfie ria(dokpri)


Sunyoto mengantar berkeliling ke tempat yang di tuju, di setiap tempat yang di singgahi, warga menyambut sosok pendekar lingkungan ini dengan antusias dan keramahan khas Indonesia yakni senyum yang tulus. Maka tak tertolaklah menikmati seni mural dengan tema pencegahan Covid-19 di RT 06, ada juga taman pelangi  di RT 05 dan yang uniknya nama taman terbuat dari rangkaian, untuk RT 02 ada huruf huruf hijayah di dinding mushola Al Ikhlas. Di ujung perumahan yang berbatasan dengan rel kereta yang tadinya kumuh di sulap menjadi taman yang menyenangkan.

Ternyata pandemi Covid-19 malah membuka ide ide brilliant untuk memperindah lingkungan, siapa sangka bahwa di balik musibah yang dialami saat ini, tetap saja tangan tangan kreatif. Jika pandemi berakhir. Sunyoto berharap kegiatan Mapela TM 05 berlangsung sedia kala, namun saat ini jika memasuki lingkungan RW 05 wajib memakai masker.

 

Filosofi Hidup Bermanfaat Untuk Orang Lain

 

Hidup bermanfaat bagi orang lain dan ikhlas menjalani hidup(dokpri)


Jangan pernah lelah berbuat kebaikan begitulah pesan Sunyoto di sela sela obrolan dengan penulis, bahwa berbuat baik bukan melulu berharap mendapat sanjung dan puja puji, Awali Dengan Kebaikan, satu kebaikan berjuta manfaat. Meski kini Mapela TM 05 memiliki sederet prestasi namun Sunyoto tetap ingin membumi, ia merasa bangga dengan segala perubahan yang terjadi, pemukiman yag dulunya kerap mengalami banjir di musim penghujan, kini dengan banyaknya serapan air dan juga pepohonan, serta perbaikan system drainase dalam beberapa kali musim penghujan RW 05 tidak kebanjiran.

Dengan ceria Sunyoto menceritakan pengalaman seru untuk kali pertama naik pesawat terbang, berkah mengelola lingkungan ia mencicipi naik pesawat saat menerima penghargaan Kampung Berseri Astra, sebenarnya bukan itu yang menjadi tujuan Sunyoto, penghargaan adalah bonus semata namun yang lebih penting adalah kebermanfaatan dalam hidup untuk orang banyak. Kini sang pendekar lingkungan hidup yang pernah mengecap pendidikan di STM PGRI 1 Kertosono Nganjuk ini telah menikmati hasil ia upayakan.

Ke depannya Sunyoto memimpikan Mapela TM 05 menjadi tempat agro wisata di kabupaten Bekasi, tempat yang mampu mengedukasi pengunjung untuk lebih ramah lingkungan, selain itu warga perumahan pun mendapat benefit secara finansial dengan hadirnya Mapela TM 05, sebuah impian yang rasanya sangat mungkin tercapai, mengingat komunitas Mapela TM 05 sejauh ini telah membuktikannya.


Cara Bijak Memilih Asuransi Syariah

Memilih asuransi di zaman sekarang memang banyak pilihan, namun jangan salah lho, bahwa produk asuransi tak membuat was was, salah satu pilihan tepat untuk AsuransiSyariah Indonesia adalah Allianz, kenapa harus Allianz? Karena perusahan asuransi ini sudah di kenal luas dan juga terpercaya, Allianz membuka kantor perwakilan di Indonesia pada tahun 1981, delapan tahun kemudian Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia pada tahun 1989 sebagai perusahaa asuransi umum.

Saat ini pun Produk Asuransi Syariah berkembang pesat, Allianz pun memiliki produk unggulan yang bernama Allisya Proctection Plus, yakni asuransi jiwa link syariah yang memberikan perlindungan maksimal dengan kelebihan yang kompetitif. Allisya Protection Plus memiliki keunggulan yakni, lengkap, fleksibel, ringan, adil dan tenang karena menerapkan nilai nilai syariah yang universal. Resiko kehidupan taka da yag bisa memprediksi namun dengan memiliki Allisya Protection Plus merupakan pilihan tepat bagi keluarga tercinta.


















 


Minggu, April 19, 2020

Sakit Saat Pandemik Corona

                 Ikhtiar minum obat agar lekas sembuh(dokpri)

Pandemi Corona memang banyak memberi pelajaran baru tentang kesehatan, jika sebelum Covid-19 masalah batuk adalah hal yang sepele dan lumrah dalam keseharian, namun tidak saat Corona virus sedang menyebar seperti saat ini, kita batuk orang orang was was dan begitu pula sebaliknya. Bahkan kini etika batuk pun menjadi populer yakni menggunakan siku tangan, kenapa siku? Karena areal ini tak bersentuhan dengan bagian lain, beda dengan telapak tangan yang berpotensi bersentuhan dengan bagian tubuh orang lain.

Salah satu nikmat yang paling kita syukuri adalah nikmat sehat, saat tubuh fit maka disaat itu acapkali kita abai terhadap tubuh, bekerja terus, makan dengan takaran mengikuti hawa nafsu, sikat sambal sepedas level berapa pun, enak rujakan rame rame karena ada rasa manis, asem dan juga pedas, memang sih tidak serta merta setelah menyantap maka tubuh kita merasa sakit, namun tunggu berapa lama maka akan terjadi juga, percayalah.

Dan di saat sakit mendera maka yang terpikir adalah betapa senangnya dianugerahi sehat badan, sehat pikiran, saat badan terkulai kuyu, ketika lidah kelu mencecap rasa, saat mata serasa berkunang kunang,ah betapa nelangsanya yang menderita sakit.
Seperti itulah yang dirasakan penulis dalam satu minggu terakhir, sakit maag kambuh lagi, perut rasanya dipilin pilin perih sekali, belum lagi batuk dan juga pilek, di musim Corona pula, duh aduh aduh gimana nih, beruntung hanya flu biasa, mungkin efek minum es cendol kekinian di sebuah pusat perbelanjaan, malam hari pula, by the way, akhirnya berangsur sembuh, alhamdulillah.

Bagaimana dengan maag? Untuk soal ini sejujurnya adalah satu hal yang paling”menyebalkan” jangan anggap enteng bro tentang penyakit yang berkaitan dengan lambung ini, ketika keseringan makan pedas dan asam, wahai yang mempunyai riwayat maag waspadalah, saat telat makan dan lupa karena kesibukan, percayalah ini akan menyebabkan masalah di kemudian hari.
Nggak bisa bekerja seperti biasa, karena penulis adalah buruh biasa dan tetap bekerja meski ada taggar #DirumahSaja.

Dengan sangat terpaksa menepi untuk beristirahat dan memasuki fase rawat jalan di sebuah klinik di dekat perumahan. Yang namanya muntah dari yang pait banget hingga asem banget itulah hal yang terjadi, makan salah, nggak makan tambah sengsara, meski memang perih tapi asupan makanan harus ada, kalau diceritain mah sedih banget deh saat maag kumat, rasanya gimana gitu.

Namun perlahan tapi pasti, disiplin meminum obat sebagai bagian ikhtiar kesembuhan, tetap percaya bahwa ALLAH adalah yang menyembuhkan kita semua, perlahan lahan rasa sebah, rasa eneg dan rasa nggak enak di lambung berangsur angsur pulih.
Nggak enaknya sakit ketika wabah pandemi Covid-19, sepertinya apapun sakitnya selalu di hubung hubungkan dengan Corona, jangan jangan kena deh atau was was lainnya yang menyertai.

 Semoga para medis, dokter, petugas kesehatan hingga cleaning service di rumah sakit di seluruh Indonesia dan terutama yang berjibaku di garis depan menghadapi pandemi Covid-19 dikuatkan saat bertugas, penulis saja yang baru maagnya kambuh rasanya gimana gitu, lha ini harus head to head melawan Covid-19.

Semoga suasana di Indonesia pulih kembali, apa lagi sebentar lagi umat muslim akan menyambut bulan suci Ramadhan. Sudah ya Covid-19 saatnya kamu pulang, biarkanlah kami disini menikmati syahdu bulan suci tanpa perlu direcoki ganasnya virusmu. Semoga kita semua sehat selalu, aamiin.


Senin, April 13, 2020

Wafer Khong Guan Nan Legendaris

      Kemasan wafer Khong Guan isi 20 pack(dokpri)

Lebaran memang sebentar lagi, paling tidak sekitar empat puluh lima hari lagi deh, namun yang serunya adalah waktu menunaikan ibadah bulan Ramadhan, tarawih, hiruk pikuk membangunkan orang untuk sahur adalah kenangan tersendiri, dengan berjalannya waktu menunaikan bulan suci ramadhan maka suasana pun makin mendekat.

Jika ada iklan sirup dan kue kue kaleng maka dipastikan suasana Ramadhan kian mendekat, disusul kemudian iklan iklan baju koko atau sarung maka suasana lebaran sudah di depan mata.
Pernah nggak sih ngincer ngincer kue kaleng, itu lho mimpi mimpiin wafer di kaleng Khong Guan.

Tahu sendiri deh bagaimana legendnya itu biskuit. Dengan kaleng khasnya berwarna merah, ada sebuah keluarga yang terdiri dari Ibu dan kedua anaknya yang menikmati kue dengan secangkir teh. Keluarga ini familiar banget deh dan jadi gambar yang paling ikonik.

Kaleng Khong Guan ada dua jenis yakni yang berbentuk kotak dan juga berbentuk tabung bundar dengan ukuran lebih kecil. Ada beragam jenis kue kering di kaleng Khong Guan, untuk urusan rasanya pabrikan ini memang jagonya, ada kue kering warna coklat dan ditengahnya kembang gula, ada biskuit yang mempunyai stempel Khong Guan, ada juga biskuit tawar atau ngetop dengan sebutan gabin, mungkin ada sekitar 10 jenis kue kering dalam satu kemasan.

Namun jangan salah lho ada juga kalengnya sih Khong Guan tapi isinya malah rengginang haha, dan bekas kaleng Khong Guan juga kerap nongkrong di gerobak tukang ketoprak dan isinya adalah kerupuk warna merah sebagai pelengkap sajian ketoprak.

Kue kering di kaleng Khong Guan memang sudah terkenal sejak dahulu, namun yang seru adalah berburu wafer Khong Guan, tau nggak sih wafer ini eklusif banget dah, satu satunya kue kering di kaleng Khong Guan yang memakai kemasan, wafer menjadi kue pertama yang di incar, biasanya memang ada tingkatan di kaleng Khong Guan untuk menaruh kue kue nya, wafer ini ada di deretan pertama dan isinya mungkin hanya dua atau tiga, kalau kalah cepat maka impian mendapatkan wafer pun akan semakin sulit.Hayo ngaku aja deh saat buka kaleng Khong Guan pasti ngarep banget khan dapetin wafernya...yang cengengesan baca ini berarti iya haha.

Namun saat ini untuk mendapatkan wafer Khong Guan bisa lebih mudah lagi lho, nggak perlu ngubek ngubek kalengnya, lagi pula paling di omelin Emak, nah bagi kalian yang kangen wafer yang legendaris itu, beli aja yang kemasan compact 350 gram yang berisi 20 wafer, lebih makjleb karena bisa dibawa bawa lho.

Penulis iseng iseng nyari kemasan yang khusus wafernya aja setelah liat postingan temen di facebook dan saat ke sebuah mini market ternyata ada lho kemasan khusus wafernya saja.

Harganya sekitar Rp 19.600 dan kita telah mendapatkan 20 keping wafer, soal rasa sama persis dengan yang ada di kemasan kaleng, tahu sendiri deh wafer Khong Guan, tebalnya pas dan rasa coklatnya itu lho yang ngangenin, mau di makan langsung atau lapisan wafernya dipotekin ya sah sah saja sih, tetap renyah.

 pita merah sebagai segel wafer(dokpri)



Oh iya dalam kemasan pack 20, wujud wafer Khong Guan nggak berubah ada pita merah yang berfungsi untuk membuka kemasan, yeay jadi seru deh buka wafer tanpa perlu rebutan kaleng Khong Guan. Wafer Khong Guan memang legend banget, dari zaman dahulu hingga kini renyahnya nggak ada yang nandingi,setuju?

Virus Corona Mengajarkan Kita Hidup Resik Dan Sehat

                                                Gerakan cuci tangan menghambat sebaran Corona(dokpri)

Berasal dari laporan otoritas kesehatan Wuhan yang melaporkan pada tanggal 20 Januari 2020 bahwa ada tiga orang penduduk lokal ditenggarai meninggal karena virus  disebabkan  Corona, dan sejak saat itu pula terror Covid-19 menghantui banyak negara termasuk Indonesia, tadinya sih malah kebijakan di Indonesia nyantui melawan Corona, bahkan pemerintah menyediakan puluhan milyar bagi buzzer untuk mendongkrak pariwisata Indonesia yang lesu karena turunnya angka wisatawan. Bahkan banyak meme berseliweran di media sosial bahwa rakyat Indonesia itu rata rata kebal Corona karena imun dalam tubuh telah terlatih untuk menahan gempuran virus.

Namun faktanya ya namanya juga jasad tak kasat mata, virus tetaplah virus tak mengenal kasta, ras ataupun agama, sekalinya kena tak tanggung tanggung yakni seorang Menteri yang sedang bertugas, ada Wali Kota hingga Bupati. Apa yang kita anggap enteng di awal tahun, kini keberadaan Virus Corona seakan menjadi momok yang menakutkan. Bahkan yang tragis adalah tumbangnya petugas kesehatan gegara terpapar Covid-19, tenaga medis Indonesia harus berjibaku dan terenggut nyawanya, paling tidak hingga saat ini ada 26 dokter yang meninggal dunia, sungguh pilu dan sedihnya mendengar mereka berpulang ketika menjalankan tugas.

Saat ini Jabodetabek menjadi episentrum Covid-19, hampir tiga pekan terakhir banyak aksi untuk mencegah penyebaran Covid-19, mulai adanya pembatasan sosial, karantina wilayah dan meliburkan anak sekolah dari kegiatan belajar mengajar. Kegiatan menuju kampung halaman pun di batasi, armada armada bus antar provinsi pun semakin berkurang, banyak orang “terkurung” di dalam rumah dan tagar tagar #Dirumahsaja menjadi fenomena tersendiri. Tempat ibadah sepi, sholat Jumat ditiadakan.

Dibalik resahnya kita semua tentang virus Corona, ada sisi baik yang bisa kita ambil sebagai pelajaran, yakni berupaya menjaga pola hidup bersih, gerakan mencuci tangan menjadi trend kekinian, hampir di setiap instansi tersedia hand sanitizer, sudut sudut kota di lengkapi dengan tempat cuci tangan portable, rumah ibadah pun menyediakan tempat cuci tangan dari ember plastic dan dipasang keran, ada sabun cairnya.

Pola pola hidup sehat dilakukan dan ini tentu saja langkah untuk menghambat berkembang biaknya virus Corona, dahulu kita kerap menganggap enteng masalah cuci tangan, namun kini cuci tangan menjadi kebiasaan baru bagi kita semua dan ini memberikan pelajaran penting bagaimana seseorang menjaga kesehatannya, berharap virus Corona segera enyah dari bumi pertiwi, dan pelajaran penting lainnya adalah jangan sekali kali menganggap enteng terhadap penyebaran virus, jadinya seperti ini nih, mau kemana mana juga banyak jalanan di halangi portal, mau pulang kampung sudah pasti dilarang karena ditakutkan menyebarkan virus ke penduduk kampung.

Semoga Pandemi Covid-19 segera dituntaskan, apalagi saat ini umat Muslim di seluruh dunia akan bersiap menyambut bulan suci Ramadhan, pulang ya Covid-19, cukup sudah keresahan yang engkau sebarkan, saatnya dikau pulang, janji deh kami akan mulai menerapkan kebersihan diri dan juga lingkungan. Jangan bikin sedih lagi ya, telah banyak saudara saudara kami yang harus kehilangan nyawa dan jangan sampai bertambah lagi lho, saatnya bagi kami semua untuk hidup tenang dan damai.

Yuk ah semuanya jangan lupa ya bersih bersih diri, etika ketika batuk dan bersin di jaga, gunakan siku tangan ketika batuk, pakai masker dan jangan lupa ketika telah beraktifitas mencuci tangan, semua akan berakhir dan begitu juga sebaran virus Covid-19, kita songsong bulan Ramadhan dengan hidup lebih sehat

Kamis, April 09, 2020

Olimpiade Tokyo 2020 Di Tunda


                Api Olimpiade telah tiba di Jepang, sayang pelaksanaannya di tunda tahun depan(dok:AFP/Philip Fong)


Di tahun ini semestinya kita bisa menyaksikan pagelaran olah raga terbesar yakni Olimpiade, event yang melibatkan banyak cabang olah raga ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali, menurut jadwal semula bahwa Olimpiade akan diselenggarakan pada tanggal 24 Juli hingga 9 Agustus 2020, adalah kota Tokyo yang menjadi tuan rumah. Namun saat ini diberbagai belahan dunia merebak pandemik virus Corona, alhasil penyelenggaraan Olimpiade musim panas ke XXXII harus mengundurkan jadwalnya dan akan diselenggarakan pada tahun 2021.

Persiapan telah dilakukan, Jepang yang ketiban gawean besar ini telah menggelontorkan dana sebesar 12,6 miliar dollar untuk suksesnya penyelenggaraan Olimpiade, namun apa daya ternyata imbas virus Corona pada akhirnya terjadi perubahan jadwal, tentu saja dengan molornya jadwal penyelenggaraan Olimpiade tahun ini berimbas dengan persiapan atlet. Perlu di ketahui bahwa impian terbesar olahragawan di seluruh dunia adalah tampil di arena Olimpiade, untuk menjadi peserta dibutuhkan perjuangan yang tak kalah sengitnya, bisa tampil di Olimpiade adalah kebanggan tersendiri, apalagi mampu mendulang medali emas adalah idaman semua atlet.

Untuk penundaan Olimpiade Tokyo, konon panitia harus merogoh biaya tambahan sebesar 2,7 miliar dollar, sebuah angka yang lumayan tinggi dan tentu saja hal ini membuat panitia penyelenggara ngos ngosan. Bukan kali pertama sebenarnya kota Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade, pada tahun 1964, Tokyo pernah menjadi tuan rumah. Perlu diketahui pula bahwa untuk menjadi tuan rumah diperlukan lobi lobi kuat agar para negara yang tergabung dalam IOC memberi dukungan. Tokyo ditetapkan sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 pada pemilihan di sidang IOC pada tahun 2013 yang di selenggarakan di Buenos Aires, Argentina.

Saat itu Tokyo harus bersaing ketat dengan Madrid dan juga Istambul. Pertarungan yang ketat antara ketiga kota tersebut akhirnya di menangkan oleh Tokyo pada putaran kedua setelah mampu mengalahkan Istambul. Alhasil Tokyo pun di dapuk sebagai tuan rumah Olimpiade ke 32. Namun ternyata tahun ini penyelenggaraan Olimpiade terpaksa di tunda, penundaan ini merupakan catatan sejarah tersendiri, biasanya penundaan penyelenggaraan event event besar karena hal hal yang luar biasa seperti berkecemuknya peperangan seperti yang pernah terjadi saat perang dunia ke dua di tahun era 40an.

Tadinya pengen banget melihat atlet atlet kebanggan Indonesia tampil di Olimpiade, pengen lihat Mohammad Zohri yang akan bersaing dengan atlet atlet top dunia di lari seratus meter, atau tentunya perjuangan lifter kebanggan Indonesia, Eko Yuli Irawan yang tahun ini membidik medali emas. Jangan lupa lho dengan adu bulu tepok angsa alias badminton, secara tradisi olah raga bulu tangkis adalah keran penghasil medali bagi Indonesia, sejak tahun 1992 saat Olimpiade diselenggarakan di kota Barcelona, atlet atlet tanah air menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia, olah raga bulu tangkis berkali kali mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan bendera merah putih. Alhasil dengan penundaan yang terjadi, kita pun batal menyaksikan kehebatan olahragawan Indonesia mempertontonkan kelihayannya beradu dengan jagoan jagoan negara lain di tahun ini.

Semoga dengan penundaan ini ada nilai positifnya, semakin mengasah kemampuan dan semakin baik lagi berlaga untuk tahun depan dan makin berprestasi di saat yang tepat, ya nggak jadi deh tahun ini nonton serunya Olimpiade, semoga pandemic Corona ini akan cepat berlalu dan sehat selalu bumiku, cepat pulang ya Covid-19.