BLOGGER KAMPUNG RAJAWETAN BLOGGER KAMPUNG RAJAWETAN ~ bloganda

Sunday, February 18, 2018

Mamang Mamang Tukang Adalah Pahlawan Yang Sering Terlupakan

                          Tukang Service keliling yang bisa benerin kompor dan mesin cuci(dokpri)



                    Betapa kita merasa bahwa kita membutuhkan bantuan orang lain adalah hal yang sangat perlu kita camkan, sehebat apapun kedudukan, sekaya apapun harta yang di punyai, secerdas apapun IQ nya namun bantuan orang sangat kita perlukan. Rasanya konyol saja bila ada orang merasa superior dan merendahkan orang lain bila hanya memandang pekerjaan yang di anggap hina, hmm seperti nggak butuh orang lain saja, padahal orang orang di sekitar kita lah yang sering membantu apa yang kita butuhkan.

Setiap hari ada saja seliweran orang orang yang menjajakan jas untuk memenuhi kebutuhan kita yang tak bisa kita kerjakan. Ada tukang sol sepatu, tukang jamu, tukang sayur. Dulu sih ada tukang patri keliling yang siaga membantu Emak Emak. Panci bolong bisa di tambal, wih kalau liat tukang patri rasanya keren banget gitu, dengan sebuah alat yang di pompa tangan dan ada efek api saat merekatkan kembali panci yang di tambal, rasanya asyik aja cara mereka bekerja. Namun sayang kini tukang patri yang menambal dandang atau pun panci sudah jarang di temui.

Saat ini tukang service masih ada lho, salah satunya adalah service kompor gas, sempat bingung kok kompor nggak nyala nyala, apakah gas nya yang kosong, tapi jarum di regulator menunjukan bahwa gas masih penuh, coba ngutak ngatik sambil googling tetap saja kompor nggak ada apinya. Akhirnya nunggu tukang service lewat depan rumah. Meski harus menunggu karena kadang datang kadang nggak, akhirnya ketika lewat di panggil juga. Dengan sigap si mamang tukang service mulai membongkar tuh kompor, kutak katik lalu ahaaa, kompor pun menyala kembali dengan api biru nya.

Begitu juga saat mesin cuci bermasalah, suara mesin bergemuruh, putaran lambat dan itu juga tersendat, wah alamat nyari tukang service juga deh, setelah di tangani si mamang mah eh mesin cuci lancar jaya gitu, asek dah. Mamang tukang memang jempolan untuk urusan memperbaiki, entah itu yang rusak mesin cuci, setrika atau pun kompor gas. Mereka sebenarnya pahlawan yang sering terlupakan, semoga rezeki yang di cari menjadi halal bagi keluarganya.

Resleting jebol? Jahitan jadi amburadul, atau kancing lepas, tenang ada mamang tukang jahit keliling yang siap mereparasi celana ataupun baju, mau ngecilin, atau memotong bahan dengan jahitan yang rapi? Semua beres, si mamang senang kita juga ikut senang karena apa yang kita inginkan dengan pakaian kita bisa di perbaiki.

Banyak sekali orang orang biasa yang sebenarnya adalah hero dalam kehidupan kitam mereka mengais rezeki dengan keahlian yang di punya, coba kalau nggak ada si mamang yang datang, tuh celana bingung mau diapain sedangkan waktu kondangan atau pun kerja nggak bisa di tunda, malu kan pakai celana robek, hehehe.

Pokoknya mah hidup lah Mamang Mamang Tukang, meski sering du lupakan orang tapi kehadiran mereka adalah pahlawan bagi kita semua, sudah service apa hari ini, perbaiki payung, ngesol sepatu atau benerin resleting? Tenang ada Si mamang tukang deh.


The Star-Spangled Banner Dan Gaya Sutradara Lokal Mengolah Kisah Perjuangan



                            Film Merah Putih berlatar Agresi Militer Belanda tahun 1947(Dok: Detikhot.com)



             Jika di perhatikan bahwa film film dalam industri Hollywood sering kali menampilkan shoot kibaran bendera kebanggaan mereka The Star-Spangled Banner. Motif bintang bintang dalam kotak dan hiasan salur salur merah putih seakan melekat dalam cerita cerita film produksi Paman Sam ini, bahkan dalam film film animasi baik yang lawas maupun baru, ada saja kelebatan bendera dari negara yang kini di pimpin oleh Donald Trump.

Bagaimana dengan para sineas Indonesia? Apakah penting untuk membuat film film perjuangan dan di tonton oleh publik. Rasanya cukup banyak film film bertema perjuangan dan tentu beberapa film perjuangan di Indonesia mempunyai jumlah penonton signifikan. Salah satu film perjuangan besutan sutradara asal Cirebon  Arifin C Noer yakni Pengkhianatan G 30S/ PKI di tonton oleh sekitar 700 ribuan orang. Bahkan rekor ini bertahan cukup lama sebagai film  yang di tonton dengan jumlah penonton terbanyak.

Di era orde baru ketika tanggal 30 September, film ini akan di tayang ulang, baru setelah era presiden Soeharto tumbang, tayang ulang film ini di hentikan. Akhir tahun lalu saat bulan Oktober menyapa, berbagai kalangan kembali memutar film penumpasan Gerakan 30 September/ PKI mengadakan nobar untuk film yang memenangkan piala Citra tahun 1984 di kategori skenario terbaik.

Pentingkah film film bertema perjuangan di putar kembali? Rasanya bila mengingat betapa susahnya bangsa ini merebut kemerdekaan. Penulis pernah menyaksikan film tema perjuangan yakni film Kartini, meski memang di beberapa bagian kesan fiksi dari film ini begitu kuat, tentang rasa cinta tukang pos kepada puteri bangsawan bernama Kartini yang kita kenal sebagai pejuang emansipasi wanita. Di gambarkan suasana Jepara dan Rembang di sekitaran tahun 1900an saat Kartini mencoba berjuang di dunia pendidikan.



Ada juga film film bergenre peperangan ketika Indonesia mempertahankan kemerdekaan dengan setting saat Indonesia melawan agresi Belanda di tahun 1947, tentang kisah persahabatan di antara peperangan meski latar agama, suku, dan bahasa yang berbeda, mereka berjuang untuk Indonesia, film berjudul Merah Putih dengan sutradara Yadi Sugandi menyuguhkan perang gerilya rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda.

Masih banyak film film bergenre perjuangan, rasanya penting juga sih generasi milenial menonton film film yang bertema perjuangan, agar mereka mengetahui bahwa bangsa Indonesia ini berjuang dengan segala daya upaya dan tanpa meminta belas kasihan dari para bangsa penjajah, bahwa DNA bangsa ini sebenarnya memiliki darah pejuang yang rela berkorban demi kehormatan bangsa. Dan kita bersyukur dengan nikmat kemerdekaan yang kita rasakan saat ini merupakan buah kerja keras para pendahulu bangsa.

Perlu juga sih menurut penulis di buat film film perjuangan, setelah bangkitnya perfilam Indonesia, semakin banyak film film perjuangan yang beredar di bioskop bioskop tanah air, ini adalah angin segar bagi rakyat Indonesia yang ingin mengenal apa makna dari sebuah perjuangan, Hollywood sering membuat film film perjuangan saat mereka berupaya merdeka dari jajahan Inggris, saya suka film The Patriot yang di bintangi Mel Gibson, rasanya pantas saja sejarah perjuangan rakyat Indonesia di bikin film kolosal, sehingga generasi muda pun semakin tahu bahwa kemerdekaan itu memang sangat mahal dan berdarah darah sehingga kita mampu untuk bersyukur dengan semua itu, merdeka!

Friday, February 16, 2018

Satu Siang Di Masjid Belakang Cirebon Mall





Hasil gambar untuk gambar cirebon mall

Suasana Cirebon Mall(dokumentasi Pegipegi.com)






                 Cirebon kota tepi pantai dengan sinar matahari yang garang, di antara angkot yang berwarna biru telor asin yang sedang mencari penumpang atau menurunkan penumpang. Di sebuah Mall yang berdekatan dengan gedung bersejarah pabrik rokok BAT. Saat itu Cirebon di tahun 1994 belum seramai sekarang meski memang pusat perbelanjaan mulai merebak di kota udang pada dekade 90an. Seusai kursus komputer, yang masih memakai program Dbase, WS, Lotus. Jadul deh hehehe.

Belum saatnya untuk pulang karena masih siang, ada waktu untuk nebeng baca di Toko Buku Gunung Agung seraya ngecengin SPG nya yang kece kece.....upsss. Tak terasa waktu dzuhur telah tiba, kebetulan letak toko buku gramedia dengan masjid Cuma berbatasan tembok. Sejenak menuju masjid, tapi udah lupa deh namanya masjid apa gitu, tapi memang letaknya berada di belakang Cirebon Mall, kalau nggak salah sih berbatasan dengan hotel Penta, hanya di batasi sebuah jalan.

Memang bila waktu sholat banyak jamaah di sekitaran Cirebon Mall ikut sholat. Nah seusai sholat nih ada sebuah momen yang sampai saat ini masih terekam baik, dari dinding masjid terukir potongan ayat dari Surat Al Insyirah atau sering juga di sebut Alam Nasyrah. Tertulis sebuah kalimat terjemahan dari ayat ke 6 yang berbunyi “Sesungguhnya Bersama Kesulitan Ada Kemudahan” Fa Inna Ma’al Yusri Yusro.

Sejujurnya ini adalah kalimat yang terus di ingat, seakan menjadi quote yang menarik dan selalu membuat saya berupaya tetap sabar walau pun sepertinya penderitaan datang bertubi tubi. Pun saat harus meninggalkan kampung halaman untuk merantau, jauh dari orang tua, dapet makan pun serasa susahnya minta ampun. Kesulitan hidup seakan memuncak. Kesedihan sepertinya menjadi teman, di saat itu pula “mantera” Sesungguhnya Bersama Kesulitan Ada kemudahan” memberikan spirit untuk bertahan.

Ketika pintu redaksi seakan tertutup rapat dan menolak karya karya dari tulisan yang kita buat, alhasil obat pelipur lara dari potongan surat Alam Nasrah ini seakan memberi keyakinan bahwa satu ketika di saat kesulitan sepertinya menguntit, tunggu saja, sedikit lagi maka kemudahan itu akan segera datang. Bersabar seraya meyakini bahwa ALLAH SWT akan memudahkan jalan meski dalam prosesnya mengalami onak dan duri, semoga kita di anugerahi kesabaran dalam mengarungi kehidupan.

Thursday, February 15, 2018

Cengeng Dengan Keras Kepala Yang Menyertainya


                                            Inilah saya dengan apa adanya(dokpri)

                Tentang penuturan kepribadian dari sisi maskulinitas dan juga sisi feminin dari kehidupan kita, mana ya terlihat maskulin dengan kegagahan yang menyertainya atau si feminin dengan balutan kelembutan yang ada dalam kehidupan kita. Mungkin harus jujur bahwa di sisi feminin saya adalah bawaan lahir, ini mungkin lho ya hehehe, sifat cengeng yang ada dan nggak bisa di hilangkan.

Saya mah orangnya cepat mengeluarkan air mata, kata peribahasa Sunda mah di sebut deet cimata, atau orang yang gampang mengeluarkan air mata. Padahal sih pengen tegar ataupun tak ingin meneteskan air mata tapi sering kali air mata jatuh tanpa di minta, sering merasa tersentuh dengan hal hal yang nggak di duga. Saat membaca novel Dilan karya Pidi Baiq, tetiba air mata berlinang dan teringat akan serunya masa masa SMA dan setiap hari ketmu dengan teman teman terbaik dengan seragam putih abu abu.

Mungkin di antara tiga orang saudara, saya lah yang paling cengeng hehehe, bahkan ketika Bapak wafat beberapa tahun lalu, saat dalam perjalanan pulang seusai ada berita Bapak meninggal dunia, di dalam bis saya berpikir, di kampung kemungkinan besar akan meraung raung di depan jenazah Bapak. Tapi untunglah meski air mata menetes tanda kesedihan, tapi aksi meraung raung dalam tangisan nggak terjadi.
                     Perlu menenangkan diri ketika watak keras kepala mendadak datang(dokpri)

Air mata sering di identikan dengan rasa feminin, dan itu seakan menjadi trade mark. Semasa kecil seorang pria di doktrin untuk tidak cengeng, apa pun yang terjadi jangan sampai air mata jatuh, meski sakit yang mendera, meski sedih yang melanda, rasanya pantang saja lelaki mengeluarkan air mata, betul kan?

Nah udah tahu kan sisi feminin yang di miliki saya. Saatnya membongkar sisi maskulinitas yang di miliki nih. Jujur saya mah orangnya nggak mudah menyerah, bahkan mungkin cenderung agak agak keras kepala. Bila mempunyai keinginan maka saya harus melakukan agar keinginan tersebut dapat di wujudkan, meski ber resiko meski mungkin ada hal yang nyerempet nyrempet bahaya.

Dalam hal ini saya mengakui, keras kepala adalah bagian sisi maskulinitas, nggak gampang menyerah dan siap berargumen dengan siapa pun jika memang itu perlu di lakukan, yup sisi keras kepala ini juga malah membuat saudara saudara tahu, bila saya menginginkan satu keinginan namun di halang halangi maka siap siap saja akan ada debat yang sepertinya tak berujung pangkal hahaha, sepertinya egois banget ya? Memang!

Namun apapun sisi kehidupan kita baik itu feminin ataupun maskulin semestinya bisa di kelola dengan cara cara bijak dan lebih elegant. Ada sisi positif dan negatif . Mungkin kita mempunyai alter ego dalam diri kita. Sebisa mungkin sih jangan sampai sisi feminin dan maskulin kita berada pada level negatif dan malah merugikan diri sendiri, mengelola secara cerdas masing masing sisi mungkin akan menjadi bijak.

Nah kalau kalian, sisi feminin apa dalam diri ini? Atau sisi maskulin apa yang ada di jiwa ini? Jawabannya tentu akan berbeda beda, namun yakinlah bahwa apa yang telah di berikan Sang Maha Kuasa merupakan anugerah terindah dalam kehidupan, sebisa mungkin kita pun mengelola itu dengan segala kebajikannya, yuk teropong sisi demi sisi yang kita miliki. Salam super untuk kalian semua, ini ceritaku tentang maskulin dan feminin.

Wednesday, February 14, 2018

Dari Sebuah Iklan Mie Instant Kok Jadi Pengen Ke Talaud Ya ?



                                         Iklan ini nih yang bikin mupeng ke Talaud

        Bila Sabang di Barat Indonesia dan juga Merauke di Timur Indonesia udah legend bingit, kok yang paling Utara dan Selatan Indonesia nggak begitu familiar, sejujurnya bahwa ada perbatasan negara Indonesia bernama Talaud berawal dari melihat iklan mie instant, nggak nyebut merk ya, tapi iklan itu kuat banget brandingnya dengan sebuah iklan yang menggambarkan rupawannya nusantara dan juga kesuburannya, sebuah backsound lagu yang melukiskan betapa hebatnya Indonesia, makin kita bangga aja nih dengan negeri tercinta.

Ya akhirnya iklan itu mengantarkan saya untuk membuka buka buku, dulu mah belum ada google jadi perlu ke perpustakaan dulu atau ngintip ngintip baca di toko buku. Tapi sekarang sih tinggal klik saja maka tersaji pula apa yang kita ingin ketahui dengan ujung jari. Maka ketika paketan kuota masih kenceng, browsing deh tentang perbatasan negara Indonesia yang paling utara, Talaud.

                         Pantai Melonguane dengan pasir putih kerennya(dok:www.talaudkab.go.id)

Talaud merupakan salah satu provinsi di Sulawesi Utara yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Sangihe & Talaud. Kepulauan Talaud adalah wilayah yang berbatasan dengan Davoau del Sur, Filipina. Daerah yang mempunyai motto Sansiote Sampate-Pate, mempunyai tanggal peresmian 10 April 2002. Masih tergolong kabupaten baru jika melihat tanggal peresmiannya.

Kabupaten Kepulauan Talaud mempunyai pantai yang keren, dari berbagai sumber bacaan bahwa kepulauan terluar ini sering di sebut bibir Pasifik karena secara geografis Talaud berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah Timur, yang terdiri dari 20 pulau. Nama Talaud atau Taloda dan di sebut juga Poradisa atau Paradise yang berarti surga.

Karena saya suka pantai, ternyata Talaud punya spot pantai yang keren abis, lebih keren deh kayaknya dari pantai yang menjadi film The Beach yang di bintangi Leonardo De Caprio. Ada pantai Melonguane dengan air lautnya yang hijau dengan pasir putih nan memikat, rasanya pengen cepet cepet nyebur gitu deh. Ada juga pantai Tambioe Beo yang saat matahari terbitnya begitu menggoda.

                         Duh keren banget sunset di pantai Tambioe-Beo(dok www.talaudkab.go.id)


Rasanya pengen nabung dan menuju ke Talaud setelah cukup duit, pengen tahu dan mau nanya ke orang orang di sana, gimana sih rasanya menetap di daerah perbatasan, apakah mereka bangga sebagai orang orang yang perbatasan dengan negara lain? Kalau saya sih pengen liat spot terumbu karang nya juga lho. Atau di Talaud nyari orang orang yang hobi ngeblog misalnya, kali aja ada dan bisa tukar pikiran. Bagaimana misalnya memperkenalkan Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai tujuan wisata jempolan, mengingat pantai pantai di Talaud begitu mempesona bingit.

Semoga terpatri selalu rasa nasionalisme kawan kawan di Talaud, bahwa mereka tetaplah berbendera merah putih, semoga juga pemerintah pusat pun lebih concern dengan daerah daerah di perbatasan sehingga mereka pun tetap mencintai Indonesia. Dari sebuah jingle iklan mie instant terkuak sebuah pesona nan rupawan bernama  Talaud yang memiliki kecantikan alam yang layak di kunjungi, semoga saja satu saat bisa mengunjungi Talaud pada satu ketika dan sepuasnya berenang di pantai yang berpasir putih.