BLOGGER KAMPUNG RAJAWETAN BLOGGER KAMPUNG RAJAWETAN ~ bloganda

Monday, June 11, 2018

Memotret Moment Kemenangan Dengan Gadget Ciamik Dari Duit THR


  

                                   Pilihan camera dengan harga pilihan(dokumentasi iprice.co.id)

         
Mungkin kita berterima kasih kepada sosok Soekiman Wirjosandjojo yang boleh di bilang merupakan orang di balik tercetusnya istilah Tunjangan Hari Raya, dan kini menjelang hari kemenangan di bulan Syawal setelah melewati bulan suci Ramadan, pekerja akan merasakan pemberian tunjangan hari raya, aturan tentang THR di resmikan oleh pemerintah pada tahun 1994 dalam peraturan yang di tuangkan di dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 04/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja di perusahaan.

Semoga dengan adanya Tunjangan Hari Raya akan memberi semangat tersendiri bagi para pekerja, nah ngomong ngomong tentang THR perlu juga kita memaksimalkan penggunaan uang THR, karena moment lebaran adalah hal yang istimewa untuk berkumpul dengan keluarga, nggak ingin dong keceriaan bersama keluaraga di abadikan dengan gambar gambar penuh warna, lebih keren dan tentunya moment istimewa tak terlewat begitu saja.

Untuk soal gadget terutama kamera bisa menjadi pilihan utama kita di saat mendapatkan uang THR , soal pilihan tentunya dapat di tentukan dengan mudah, era milenial seperti saat ini memberikan solusi jitu agar bisa menjatuhkan keinginan pada barang yang kita idamkan, cukup klik maka barang yang di damba bisa di miliki, nggak perlu ribet ribet gitu deh.

Soal kamera jadi keingetan zaman dulu, moment ngumpul lebaran pasti seru dengan nunggu tukang poto keliling, dengan mengandalkan baju baru dan pede banget deh di depan kamera namun hasil poto baru bisa di lihat seminggu kemudian saat tukang poto datang kembali untuk memperlihatkan hasil jepretannya. Karena saat ini sudah zaman now maka rasanya mudah saja mendapatkan moment poto untuk lebaran.

Dengan kamera yang bisa kita dapatkan dengan uang THR, rangkaian kebutuhan kamera bisa di dapat, tempat terbaik belanja online adalah iprice lho, berbagai tipe kamera Canon mulai kamera DSLR, kamera pocket, kamera mirrorles, lensa kamera, video cam, filter kamera, kamera aksi hingga kamera drone. Harga kamera Canon bisa di akses dan tinggal ngepasin tipe mana saja yang kita inginkan.

Lagi mupeng dengan harga Canon EOS 1100D nih  dengan spek yang nggak bisa di bilang enteng yakni 12 MP resolusi kamera, 14.7 x 22.2mm untuk ukuran sensor, 2,6 screen size, dengan tipe sensor CMOS. ISO Minimum 100, ISO maximum 6400 dan di lengkapi ISO Auto dan white balance, kamera Canon yang satu ini bisa di dapat dengan harga terjangkau yakni Rp 1.750.000 dari harga asal yakni 3.800.000. Kamera Canon memang mempunyai kualitas mumpuni dan banyak sekali pilihan yang bisa kita dapatkan.

Mumpung beberapa hari sebelum lebaran nih, jika pulang kampung udah punya kamera jawara tentu akan lebih mudah mewujudkan keinginan menangkap moment keren saat lebaran. Saatnya mengeksplor tempat tempat wisata lokal di mana kita berada, atau pun menikmati kulineran khas daerah dan di postingkan ke media sosial yang kita punya.

Mungkin bila pembaca pengen punya kamera yang berkelas seperti merk Canon jangan lupa ya cek list pricenya di iprice, untuk saat ini belajar fotografi bukan melulu dari kalangan yang punya duit berlebih, seiring perkembangan kamera yang lebih canggih namun dengan biaya terjangkau, buat kamu yang menyukai fotografi ada juga lho kamera kamera DSLR yang bisa kita punya, salah satunya adalah Canon EOS 1300D dengan banderolan harga di kisaran Rp 4.450.000.

Di lengkapi tampilan tombol yang di miliki kamera Canon EOS 1300D nggak ribet dan memudahkan para pengguna mengoperasikan kamera, lebih simpel dan yang seru adalah harganya bersahabat, selain itu kelebihan dari kamera ini adalah telah di lengkapi konektifitas WiFi dan mendukung rekaman video 1080p. Nah keren kan, jangan lupa lho jika mau mudik bisa tuh bawa Canon EOS 1300D.

Selamat mudik dan menikmati keseruan hangatnya lebaran, duit yang kita terima dalam sebutan THR akan lebih mempunyai makna dan warna, pilihan ke camera Canon memang sudah tepat, saatnya kampung menunggu kamu lho, hati hati di jalan dan selamat berlebaran ya.

Saturday, June 02, 2018

Blogger Gathering CNI-ISB, Cara cantik Agar Website Keren Dengan Layout Mumpuni


                                      Nara sumber Dama Vara memaparkan pentingnya layout dari sebuah website(dokpri)

          Untuk saat ini ketika blogger sudah mulai di lirik para produsen untuk mempromosikan produk yang ingin di jualnya, tampilan web yang kita punya selayaknya tak seadanya dan terkesan main main. Diperlukan tampilan blog yang lebih dinamis, dengan layout yang manis dan juga konten terbaik membuat blog pun pada akhirnya banyak di kunjungi pembaca. Kali ini CNI dan juga ISB membuat acara seru dengan tema yang begitu apik.” Easy Steps To The Perfect Website Layout”. Belajar langkah langkah simpel agar tampilan website lebih maksimal, Layout adalah kunci untuk merebut hati pembaca.

Tentu impian kita adalah memiliki blog dengan jumlah pengunjung signifikan dan jumlah keterbacaan yang tinggi, syukur syukur sih pembaca nggak boring dan nantinya balik kembali untuk menantikan tulisan terbaru yang kita buat. Beruntung penulis bisa ikutan acara ciamik yang di gelar berbarengan dengan moment bulan Ramadhan, meski puasa tak lantas harus ber malas malasan dong.
Di temani hujan dan cuaca Jakarta yang tak menentu, akhirnya sampai juga ke tempat acara yang berlokasi di Pizza Hut Gatot Subroto pada hari Minggu tanggal 27 Mei 2018, hebatnya lagi nih sang nara sumber udah duluan hadir ketika peserta lain belum datang. Patut di apresiasi tepat waktunya Mbak Dama Vara lho.
Cara CNI Memandang Dunia Digital Kekinian
                   CNI selalu membuat acara menarik dan memberi ruang bagi para blogger mengup grade kemampuan menulis(dokpri)

Era digital di saat ini memang begitu mengalami perkembangan yang signifikan, dari pihak CNI yang di wakili Pak Gusti Alendra dari Marketing Suport CNI menyatakan bahwa bulan puasa aktifitas semestinya terus berjalan dengan bersemangat. Gerai CNI.com akan terus mensuport dan memperluas wawasan, dan berbicara tentang dunia digital saat ini. Bahwa Gerai CNI.com merupakan pusat belanja online dari produk produk CNI.

Jika teman teman blogger ingin mendapatkan penghasilan tambahan dan juga berbisnis di zaman now. Gerai CNI.com memiliki kemudahan karena tanpa perlu gudang, tanpa perlu pengiriman dan yang lebih serunya adalah keuntungan yang di dapat sekitar 12 % hingga 15% tanpa kita sadari uang hadir di dompet kita. Gusti Alendra menyatakan bahwa pihak CNI terus fokus di dunia digital yang melibatkan pekerjanya di semua lini.

Acara Blogger Gathering ini bukanlah yang pertama karena sudah beberapa kali event terselenggara antara CNI-ISB, Gusti Arlendra berharap setiap blogger yang hadir bisa menyerap ilmu yang di paparkan nara sumber sehingga memberi dampak positif untuk mengembangkan blog yang di punyai si blogger.
Mengulik Pembaca Primer Dan Sekunder Dalam Blog Yang Kita Tulis

Salah satu admin ISB memang terlihat menguasai sekali soal tetek bengek layout, Dama Vara dengan lugas membahas langkah demi langkah agar website yang kita punya lebih ngejos dengan tampilan yang sedap di pandang mata. Perempuan berambut sebahu dan saat gathering memadu madankan fesyen dengan mengenakan baju kombinasi hitam dan putih terlihat stylish memaparkan materi.

Pemaparan Dama Vara yang saat ini menjabat Head of Creative Departement di Discovery Nusantara Capital yang merupakan korporasi dengan fokus pengembangan industri game. Satu hal yang pertama di kulik Dama Vara adalah tentang persona, dalam pengelolaan blog persona adalah kunci karena penggambaran tentang target dari apa yang ingin kita dapatkan dari calon pembaca di blog kita. Ada segmen yang di bidik dan seberapa besar peluang pasar yang bisa terpenetrasi.

Postingan yang kita buat di website selayaknya menyasar kepada persona primer dan sekunder, bagaimana pembaca primer dan sekunder itu hadir? Secara genial Dama Vara mencontohkan tulisan dalam blognya yang menyasar pembaca primer dan sekunder. “ Siapa Bilang Trevelling Itu Mahal? Ini Dia 10 Rahasia Trevelling Dengan Budget Minim.”

Vara Dama membongkar tulisannya dengan asumsi bahwa pembaca primer adalah kalangan anak muda yang duitnya memang ngepas, atau juga para mahasiswa yang sedang kuliah, inilah para pembaca primer dari tulisan Vara Dama. Sedangkan pembaca sekundernya adalah orang orang yang masih ragu ragu untuk bertravelling atau juga ada duit namun budgetnya tipis.

Bikin Penasaran Pembaca Dengan Selipan Tulisan(Internal Link)

Pernah dong membaca blog atau website dan ada sebuah tulisan yang nantinya merujuk ke tulisan lain dan sebenarnya itu saling berhubungan dengan bacaan yang kita baca sebelumnya, hal ini membuat penasaran pembaca lho, optimalkan rasa penasaran pembaca dengan menyelipkan tulisan atau Internal Link, bisa juga di bubuhi dengan satu kalimat yang menggugah seperti “Baca Juga Ini”. Hal ini perlu di lakukan agar pembaca merasa betah di blog yang kita miliki, ibarat sebuah toko maka apa yang di dalam toko bisa menarik pembeli dalam satu kali belanja dan mereka pun akan kembali. Begitu juga dengan pembaca yang kita sasar. Dengan elemen blog yang mempunyai kualitas mempermudah tulisan dan memperpendek durasi dan mempunyai font enak di baca seperti Helvetica dan Railway kemungkinan pembaca pun akan senang berada di blog yang kita punyai.

Kuncinya adalah terus meningkatkan kualitas layout blog dan mempertajam konten dengan di sertai displin untuk secara kontinyu mengisi blog. Agar pembaca benar benar mendapatkan informasi yang di butuhkan.

Canva Membuat Desain Layout Begitu Mudah Dan Penuh Pesona

                                         Ngejajal aplikasi Canva dan ternyata memang keren euy(dokpri)

Dalam Gathering ISB-CNI, Dama Vara mengajak peserta bereksperimen agar totalitas tampilan blog makin kinclong, penuh pesona dan enak di lihat, salah satu aplikasi yang bisa di gunakan adalah Canva. Di dirikan tahun 2012 oleh Melanie Perkins, Cliff Obrecht dan Cameron Adams, memiliki hal hal menarik untuk di kulik dalam urusan mendesain, membuat logo atau poster tak perlu alat yang njelimet nan rumit apalagi dengan harga mahal.
                                      Olah poto dengan Canva selalu menarik untuk di kulik(dokpri) 

Canva memberikan solusi jitu untuk mendesain bahkan untuk para pemula sekalipun, betapa mudahnya mendesain bersam Canva telah di buktikan oleh para peserta dengan melakukan eksperimen langsung saat gathering. Canva bisa di gunakan untuk android, iOS dan versi web, ada juga yang berbayar dan gratisan lho, pilihan di tangan kita namun memang gambar gambar yang bisa kita gunakan kece kece.
                                       
           
Secara runut Dama Vara menjelaskan tentang penggunaan Canva, dan hasilnya nggak di sangka, tampilan dari poto juga lebih fresh. Aplikasi Canva nggak terlalu sulit dan itu yang membuat peserta pun bersemangat untuk otak atik olah poto di Canva.

CNI Dan Sinergi Bersama ISB Sangat Membantu Blogger Meng Up Grade Kemampuan

Ada satu hal yang pasti penulis ucapkan yakni terima kasih, sudah beberapa kali mengikuti acara gathering yang di laksanakan berkat kolaborasi CNI-ISB, dengan nara sumber berbeda beda, manfaat yang di rasakan adalah setiap mengikuti gathering CNI-ISB banyak sekali pengetahuan baru seputar perbloggan dan dunia wira usaha. Persinggungan antara dunia blog dan dunia usaha memang memberikan banyak peluang menghasilkan pundi pundi keuangan.

CNI memiliki beberapa produk unggulan yakni CNI Ester-C Plus yang merupakan vitamin C generasi ketiga merupakan campuran Kalsium Askorbat dan metabolit vitamin C  yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan aman bagi lambung. Selain itu produk unggulan dari CNI adalah SUN Chlorella yang merupakan nutrisi lengkap dan alami.

Produk keren dari CNI lainnya adalah Bio Plus yang menjaga keseimbangan flora dalam usus dengan menekan pertumbuhan bakteri merugikan, membantu meningkatkan sistem kekebalan tubu sertamengatur jumlah air dan elektrolit dalam usus. Ada juga Well 3 Royalzim yang merupakan suplemen enzim komplek pertama di Indonesia dengan manfaat meningkatkan jumlah bakteri Lactobacillus sebanyak 9,6%, menurunkan resiki peradangan 9,4% serta menurunkan kadar kolesterol sebanyak 16,6%.
                                   Cokelat Up dari CNI, selalu enak di minum dalam segala suasana(dokpri)

Ada juga UP Hot Dark Chocolate di buat dengan coklat pilihan yakni dark chocolate sehingga tercipta minuman cokelat dengan aroma yang khas dan kuat serta rasa nikmat. Semua produk unggulan CNI ini dapat kita beli di www.geraicni.com, belanja online yang menyenangkan dengan produk produk berkualitas terbaik.

Semoga akan semakin sering acara acara seperti ini karena kemampuan blogger akan semakin terasah, dan ilmu baru pun dapat terserap, jaya terus CNI, maju terus ISB dan blogger pun semakin mendapatkan tempat di revolusi industri 4.0

Monday, May 28, 2018

Hantu Stunting Di Antara Puncak Bonus Demografi





             Melimpahnya usia produktif yang akan terjadi dalam tahun 2030 dan di sebut puncak dari bonus demografi Indonesia, di saat kelompok usia produktif akan menjadi bagian penting bagi pertumbuhan ekonomi. “Tahun Emas” dari bonus demografi adalah bersiapnya manusia manusia yang mampu mengoptimalkan kemampuan secara skill dan kompetensi agar bisa bersaing di era milenial.
Namun yang patut kita khawatirkan di saat ini adalah, mampukah bonus demografi yang di miliki bangsa Indonesia, di iringi persiapan yang mumpuni, adakah nanti di era 2030-2035 sumber daya manusia yang melimpah itu mampu memiliki daya cipta dan juga kreasi serta membuat inovasi inovasi dan berpikir secara kritis? Mampukah kita berada di tahun bonus demografi bisa memanfaatkan celah kesempatan dalam persaingan global. Di lain pihak kita pun cukup risau dengan angka yang di sodorkan Badan Kesehatan Dunia yang menyebutkan bahwa angka stunting di Indonesia menduduki urutan kelima jumlah anak dengan kondisi stunting.
                               Balita Indonesia terancam derita stunting(poto dari sumber katadata.co.id)


Sebagian besar dari kita belum paham sepenuhnya apa itu stunting, padahal stunting merupakan pekerjaan rumah yang mesti kita bereskan bersama. Stunting merupakan adalah kondisi gagal tumbuh pada balita karena masalah gizi kronis, stunting benar benar hantu yang nyata bagi bangsa Indonesia. Angka stunting di negara kita mencapai 37% atau meliputi 9 juta anak di seluruh wilayah Indonesia, di wilayah Pulau Jawa terdapat 4.353.000 anak, wilayah Sumatera di kisaran angka 2.296.000, untuk wilayah wilayah lain seperti pulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Papua dan Maluku angka stunting bervariasi mulai di angka seratus ribuan hingga tuju ratus ribuan anak yang mengalami stunting.

Stunting Di Antara Pemahaman Gizi Dan Mitos Yang Terjadi

                      Jangan salah kaprah soal mitos yang berkembang dan merugikan bayi(dokpri)

Angka stunting yang di tetapkan WHO adalah di bawah 20 persen, ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah bagi Kementerian terkait seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Sosial, agar angka stunting di Indonesia bisa di turunkan, selain itu masyarakat pun semestinya harus peduli dengan permasalahan gizi kronis di negara kita. Apalagi banyak juga mitos mitos yang menyertai ibu hamil sehingga membawa dampak negatif bagi tumbuh kembang janin di masa kandungan.

Ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat seperti pemberian asupan makanan berupa buah pisang kepada bayi dengan tujuan nantinya bayi akan lebih kuat dan memiliki daya tahan lebih, padahal untuk usia bayi di bawah sembilan bulan, pemberian buah pisang tidak di anjurkan karena tubuh si bayi belum bisa mencerna zat zat yang terkandung dalam buah pisang, alih alih mendapatkan gizi yang baik dengan harapan si bayi tumbuh kembang dengan baik dan pintar malah mengalami permasalahan dalam sistem pencernaan.

Mitos yang juga sering kita dengar adalah ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi ikan, di khawatirkan nantinya si jabang bayi berbau amis, tentu saja mitos seperti ini seharusnya di enyahkan, dengan komposisi protein ikan yang mengandung omega 3 sangat membantu bagi ibu hamil mendapatkan asupan gizi bagi calon bayi di dalam kandungan. Dengan menu yang berimbang dan salah satunya mengkonsumsi ikan, ini sangat baik agar janin tak mengalami gizi buruk dan kekerdilan pada anak di usia pertumbuhan.

Indonesia yang di kenal sebagai negara bahari sangat di untungkan dengan hasil laut yang melimpah, semoga mitos seputar wanita hamil yang mengkonsumsi ikan dan mengakibatkan bayinya akan berbau amis akan sirna, karena ikan memang layak di konsumsi bagi perempuan yang sedang hamil.

Mengoptimalkan Peran Paraji Untuk Mengkampanyekan Bahaya Stunting


Dahulu di desa Rajawetan di mana penulis berada, ada seorang paraji atau dukun beranak yang begitu di segani, namanya Emak Weng, soal pengalaman beliau sangat mumpuni, hampir seluruh bayi yang lahir di desa Rajawetan di tangani oleh Emak Weng, meski berprofesi sebagai dukun beranak atau paraji namun Emak Weng sangat kooperatif dengan pihak Puskesmas di kecamatan.

Sering kali Emak Weng meski telah berumur berjalan sekitar dua kilo meter menuju ke puskesmas dan belajar kepada petugas paramedis dalam penanganan kelahiran. Dan ini mungkin bisa di terapkan saat ini, dengan menggandeng orang orang seperti Emak Wang dan mengkampanyekan bahaya stunting kepada masyarakat setempat merupakan hal yang perlu di lakukan, biasanya orang orang di desa lebih mendengar dari orang orang yang di tuakan.

Bagaimana pun dukun beranak yang secara tradisional telah lama ada dan keahliannya di turunkan secara turun temurun merupakan bagian tak terpisahkan dengan adat dan budaya nusantara, pendekatan secara persuasif dengan para dukun beranak akan memberikan harapan bahwa bahaya stunting yang mengintai anak anak Indonesia, sedikit demi sedikit bisa teratasi.

Menjadikan Posyandu Sebagai  Ujung Tombak Menangkal Hantu Stunting

Ada beberapa hal mengapa stunting terjadi di tanah air, faktor itu berupa masih kurangnya akses masyarakat untuk mendapatkan makanan bergizi, untuk memenuhi kecukupan gizi dalam makanan di Indonesia relatif mahal. Hal lain juga dengan keterbatasan layanan kesehatan ibu selama masa kehamilan, dan stunting terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi, sebelum dan masa kehamilan serta ibu melahirkan. Dan yang tak bisa di abaikan adalah faktor gizi buruk ibu hamil maupun anak balita.

Pengoptimalan Posyandu menjadi penting untuk mencabut akar permasalahan stunting, pemberdayaan masyarakat dan dengan adanya pemanfaatan dana desa untuk kegiatan Posyandu semisal  penyediaan makanan sehat untuk meningkatkan gizi balita dan anak, perawatan kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui, pengadaan kebutuhan medis berupa makanan, obat obatan serta vitamin. Jika terintegrasi antara pihak desa dan juga Posyandu maka pemetaan kasus stunting akan bisa di lakukan.

Posyandu menjadi garda depan untuk menangkal bahaya hantu stunting, dengan segala ikhtiar yang ada semoga stunting yang mendera generasi harapan bangsa bisa di minimalisir sehingga di tahun tahun mendatang, stunting angkanya dapat di turunkan.

Mengawal 1000 Hari Pertama Kehidupan

“Jangan Sampai ada lagi yang namanya gizi buruk, Tidak ada anak yang sepantasnya kekurangan gizi di negara berpendapatan menengah seperti sekarang ini.” Joko Widodo-Presiden RI.
Yup kita pun bersepakat dengan presiden ke 7 Republik Indonesia ini, satu hal yang patut kita catat, tak layak rasanya negara sebesar Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan juga tanah airnya begitu subur, harus memiliki catatan kelam tentang gizi buruk. Satu hal yang penting agar tak terus terjadi, kita semestinya jangan abai dengan 1000 hari pertama kehidupan. Sering di sebut bahwa 1000 hari pertama kehidupan adalah masa masa emas yang sesungguhnya menentukan di kehidupan berikutnya.

Satu periode percepatan tumbuh kembang yang di awali dengan terbentuknya si jabang bayi alias janin hingga anak berusia 2 tahun. Semenjak dalam kehamilan di mana organ organ penting seperti mata, jantung, saluran pencernaan dan juga paru paru mulai terbentuk, masa 270 hari atau 9 bulan dalam kandungan adalah fase penting dan jangan sampai abai untuk memberikan nutrisi yang di perlukan. Di lanjut dengan masa menyusui di mana ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, asupan makanan bergizi untuk ibu menyusi sangat penting di lakukan. Sebaiknya ASI di berikan secara eklusif selama 6 bulan pertama.

Setelah usia 6 bulan maka berikan juga makanan pendamping bagi bayi, penting bagi bayi di perkenalkan makanan padat dan juga tekstur serta rasa baru sehingga bayi pun mampu mengembangkan kemampuan motoriknya. Pengawalan secara benar di 1000 tahun pertama kehidupan akan berdampak signifikan bagi perkembangan anak, kita tentu tak ingin generasi emas anak bangsa terpuruk karena stunting.

Beruntung Negara Ada Di Saat Stunting Mencapai Angka 37%

Angka 37% untuk kasus stunting di tanah air termasuk tinggi, dengan sebaran stunting yang di derita anak Indonesia yang mencapai 9 juta jiwa merupakan tamparan keras yang seharusnya seluruh elemen masyarakat di Indonesia bekerja keras agar sedikit demi sedikit masalah stunting dapat di atasi. Dampak dari stunting begitu nyata karena ekonomi dan produktivitas pasar kerja, stunting mampu menghilangkan 11 % GDP, mengurangi pendapatan pekerja dewasa hingga 20%, mengurangi 10 % total pendapatan seumur hidup dan juga adanya kemiskinan antar generasi.

Melihat bahaya terdampak stunting, ada ikhtiar dari negara untuk mengurangi angka stunting, di tahun 2015 ada kenaikan alokasi anggaran kesehatan perpenduduk sebesar 21% namun tidak di imbangi penurunan prevalensi stunting. Alokasi anggaran kesehatan di tahun 2016 sebesar 22% dan itu memberi cukup bukti bahwa ada upaya pemerintah untuk bersungguh sungguh menghadapi bahaya stunting. Memang di perlukan hadirnya negara untuk masalah yang cukup serius bernama stunting.

Semoga upaya keras pemerintahan, terlepas siapa pun yang memerintah ada kesungguhan agar masa depan bangsa ini bisa terselamatkan. Hantu stunting akan terus menguntit perjalanan bangsa ini, kalau kita tidak mengantisipasinya secara cerdas, di pastikan beberapa tahun mendatang, bukan saja bonus demografi yang di dapat namun akan hadir generasi yang hilang dengan buruk gizi, sungguh ini hal yang menakutkan bagi bangsa ini.

Kita mesti mengawal terus sinergi pelaksanaan waspada stunting mulai dari kegiatan, anggaran dan waktu dan di monitoring secara periodik. Meski mungkin stunting tidak bisa di enyahkan dari bumi pertiwi namun dengan menguranginya secara bersungguh sungguh, berarti negara memang hadir untuk semua lapisan masyarakat.

Friday, April 13, 2018

Menarik Minat Generasi Milenial Di Era Digital Untuk Sempatkan Beli Produk Di Pasar Tradisional


                                   Sebuah pasar tradisional di wilayah Cikarang Bekasi(dokpri)


              

Di tahun 2020 di prediksi negara Indonesia akan menempati urutan  ke 8 ekonomi dunia menurut World Ekonomi Forum tahun 2015. Dengan posisi bonus demografi di tahun yang sama ini adalah keuntungan bagi bangsa kita untuk menancapkan eksistensi, dengan jumlah penduduk 262 juta dan 50 persen lebih atau sekitar 143 juta adalah pengguna internet membuka peluang usaha bagi para generasi milenial untuk berkiprah. Generasi Y dengan rentang umur 20 hingga 39 tahun dan generasi Z yang memiliki rentang usia 0 hingga 19 adalah motor penggerak era milenial yang bisa di katakan familiar dengan namanya informasi melalui penggunaan jaringan internet.

Mereka adalah konsumen potensial yang siap memakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat. Sebagai konsumen tentunya mempunyai hak agar keamanan untuk menggunakan atau mengkonsumsi barang/ jasa adalah keniscayaan, dengan maraknya informasi yang bertebaran saat ini, perlu juga konsumen lebih tahu tentang hak dan juga kewajibannya.

Pasar tradisional menyediakan segala rupa kebutuhan, mungkin saat ini dengan banyaknya fisik pasar tradisional yang apa adanya, generasi milenial lebih memilih pusat perbelanjaan modern dan juga jual beli online, tapi di balik segala kekurangan yang ada, kini pasar tradisional pun mulai menggeliat, bahkan presiden Republik Indonesia memberikan perhatian penuh kepada pasar tradisional dengan melakukan revitalisasi 5000 pasar tradisional dari Sabang hingga Merauke, keren bukan!

Dari Pasar Tradisional Membangun Asa Mencintai Produk Indonesia

Ada banyak produk lokal yang kualitasnya tak di ragukan lagi, bahkan ekpansi merk nasional telah menembus mancanegara, kualitas terbaik mulai produk, teh, makanan ringan, barang elektronik, furniture hingga kosmetik adalah karya putra bangsa sendiri. Jika kita enggan membeli produk lokal tentunya yang rugi kita sendiri, dari kita untuk kita. Dengan membeli produk buatan dalam negeri maka akan terjadi rantai suplai lebih panjang, otomatis roda ekonomi nasional akan bergerak dan tak tergantung dengan barang barang import.

Di sisi lain kita pun sebagai konsumen harus tetap cerdas memilih karena di balik barang yang kita beli ada hak hak konsumen yang patut di perhatikan, di setiap produk tentu petunjuk informasi dan cara pemakaiannnya, bacalah dengan teliti, biasanya di pasar tradisional yang memiliki keunikan yakni adanya informasi tatap muka antara penjual dan pembeli, jangan sungkan untuk meneliti kemasan apakah telah masuk ke tanggal kadaluarsa atau belum. Biasanya pun si pedagang di pasar tradisional akan memberi tahu kapan waktu kadaluarsa itu terjadi karena di setiap produk di cantumkan pula masa berlaku produk tersebut.

Begitu pula jika kita membeli barang elektronik, di toko toko yang menjual perkakas telematika ataupun elektronik, maka kelengkapan petunjuk penggunaan manual barang tersebut di sertakan dan di setiap dus barang elektronik akan di lengkapi buku garansi dengan bahasa penutur yakni bahasa Indonesia.

Standar Nasional Indonesia Jaminan Lengkap Yang Perlu Diketahui Konsumen

Generasi milenial adalah generasi yang open up, berpikir terbuka, tetap kritis menyikapi permasalahan namun tetap cerdas menyampaikan pendapat. Begitu pula jika membeli barang maka pastikan itu berlogo SNI. Dalam Undang Undang Nomor 20 Tahun 2014 Tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian yang disahkan pada tanggal 17 September 2014. Dengan memakai produk yang berlogo SNI maka jaminan keamanan, kesehatan dan keselamatan konsumen adalah prioritas, kalaupun menggunakannya pun tak akan was was lagi.

                                      Salah satu contoh produk dengan logo SNI(dokpri)

Menjadi Konsumen Cerdas di Era Digital adalah hal yang sangat mungkin, memilih produk ber SNI adalah upaya kita untuk berjaga diri, sebagai contoh, produk lampu ataupun kabel kabel listrik yang tak ber SNI cenderung di produksi secara abal abal, beda jika barang tersebut berstandar SNI. Banyak kejadian arus pendek listrik berawal memilih produk secara serampangan dan hanya karena membeli dengan harga yang lebih murah namun dampak ke depannya akan terasa kemudian dengan nilai kerugian yang jauh lebih besar.

SNI pula yang menjadi tameng produk lokal untuk bertarung di kancah global, saat ini dengan adanya pasar bebas. Sebuah peluang sekaligus tantangan agar produk dalam negeri pun akan mampu bersaing dengan produk negara lain,usaha menengah dan juga industri besar tentu akan memperhatikan produknya agar mempunyai standar SNI. Konsumen pun akan bangga dan senang bila membeli produk dengan logo SNI karena merasa terjamin dalam memakai produk tersebut.
Jangan lupa lho kini pun barang barang dengan standart SNI telah banyak di perjual belikan di pasar tradisional.

Diantara Kebutuhan Yang Menyertai Keinginan, Siap Untuk Menahan Diri

                                        Sepatu idaman sesuai kebutuhan, perlu kesabaran untuk mendapatkannya(dokpri)

Jadi keingetan kembali kenangan jika di ajak Emak ke pasar, malam hari sebelum berangkat, Emak telah siap dengan rincian barang yang di beli dan di lengkapi prediksi harga, dari ancer ancer tersebut maka jarang sekali Emak akan membeli barang yang tak ada di dalam daftar belanjaan. Zaman now memang serba mudah, Kayaknya nggak perlu deh mengutak ngatik daftar belanjaan di kertas, cukup membandingkan harga harga yang bisa diakses via internet.

Meski untuk belanja di permudah dengan penggunaan gawai, namun bukan berarti kita puas puasin juga sih, generasi milenial pun perlu sikap untuk tidak konsumtif, beli produk itu untuk kebutuhan bukan berdasar keinginan. Sebagai konsumen pun di perlukan kecerdasan menggunakan logika saat membeli produk, jangan terbujuk rayu karena teman sudah punya, atau di goda iklan iklan yang memang di desain untuk tampil menarik. Sayang juga sih bila membeli barang bukan karena kebutuhan tapi karena dorongan hasrat dari keinginan, barang barang pun akan menjadi mubazir dan bahkan saat di beli hingga beberapa lama kemudian hanya teronggok begitu saja. Mulai sekarang mari tekadkan untuk membeli barang berdasarkan kebutuhan, dan bukan lagi karena keinginan. Seperti apa yang di katakan pepatah lama, hemat pangkal kaya. Generasi milenial mungkin setuju dengan petuah bijak dari generasi old.

Mari Rayakan Hari Konsumen Nasional Dengan Suka Cita Di Era Digital Ini

Di bawah payung hukum yang jelas, konsumen Indonesia telah diberikan jaminan untuk menikmati sebuah barang secara layak. Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menjadi titik balik bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, dalam UU Nomor 8 Tahun 1999, di abarkan segala hak dan kewajiban baik dari pihak konsumen maupun pelaku usaha yang tertuang dalam 65 pasal.

UU Nomor 8 Tahun 1999 yang di tanda tangani oleh presiden Bacharudin Jusuf Habibie, merangkum presepsi tentang kepantasan warga negara mendapat hak terbaik jika ia membeli produk yang di inginkan. Karena tanggal di putuskannya Undang Undang tersebut di tanggal 20 April, hingga kini di peringati sebagai Hari Konsumen Nasional. Perkembangan yang pesat dengan datangnya era digital di awal abad 21 ini memberikan peluang setiap orang untuk lebih tahu tentang Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999.

Mari kita rayakan lHari Konsumen Nasiona, berarti negara pun tetap hadir untuk melindungi warga negara baik sebagai konsumen maupun pelaku usaha. Kita pun ingin menjadi konsumen cerdas yang memiliki rasa nasionalisme tinggi dengan menggunakan brand brand lokal, istilah go internasional untuk barang buatan dalam negeri adalah realita dan bangga menggunakan produk lokal merupakan etalase kita untuk menghargai karya anak bangsa.

Bersyukur pula dengan keadaan kekinian, kid zaman now yang beli produk pun tak usah ribet jika harus complain barang, ada alur alur kemana konsumen harus mengadu. Langkah yang paling bisa adalah langsung kepada pelaku usaha, kalau pun itu belum terpuaskan bisa ke Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) setempat. Alur aduan bisa di lakukan ke jenjang berikutnya yakni Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) terdekat.

Di kota/kabupaten pun ada yang menangani perlindungan konsumen lho. Nah karena mungkin ini era nya digital, aduan konsumen pun bisa di lakukan secara cepat dan tepat melalui pos ayanan informasi dan pengaduan konsumen dengan nomor hotline, 021-3441839. Bisa juga melalui website, email, nomor WA dan juga aplikasi Google Play Store. Sebagai konsumen kita pantas bersuka cita karena hak kita benar benar terlindungi, kemudahan akses di era digital seperti saat ini merupakan sisi yang pantas kita syukuti. Maju terus produk Indonesia, semoga era digital ini konsumen Indonesia semakin cerdas memilih dan memilah produk yang di inginkan. Ayo kita bangga produk Indonesia, seraya jangan lupa ya meski telah di era digital tapi jangan lupakan pasar tradisional!

 http://www.harkonas.id/




Sunday, April 08, 2018

Potret Kegigihan Seorang Buruh Bernama Saliman


                                                           Seorang buruh yang gigih bernama Saliman(dokpri)

               
Kekurang beruntungan dalam kehidupan bukanlah alasan untuk merutuki nasib dalam kehidupan, terus berjuang agar mampu menapaki kerasnya alur hidup seakan telah menempa jiwanya, dia bukanlah seorang pesohor, selebritis apalagi politis. Dia adalah teman penulis yang bekerja di sebuah perusahaan retail nasional, kini sosok bernama Saliman mulai menikmati apa yang telah ia perjuangkan sekian lama.

Seseorang yang legowo untuk tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi karena merasa sang kakak layak untuk meneruskan sekolahnya, sejak itulah roda seakan berputar dan takdir telah di tentukan. Bagi anak usia 15 tahunan saatnya berseragam putih abu abu dan mengecap serunya masa sekolah, namun Saliman mesti berjibaku serabutan dan kerja apa saja di ibu kota, mulai dari kuli panggul, jualan balon dan mainan anak hingga jadi kenek juru masak di sebuah restoran Padang.

Semua itu di lakoni dengan penuh kesabaran, dari hasil usahanya ia mengirimkan uang untuk biaya sekolah kakaknya, waktu terus bergulir ia pun di terima sebagai petugas cleaning service sebuah toko swalayan di daerah Jatinegara. Selepas kerja Saliman nyambi bekerja sebagai penjual mainan anak anak dengan bersepeda. Diantara hasil dari laba menjual mainan dan juga bekerja di sebuah pasar swalayan, Saliman menabung untuk memenuhi cita citanya memiliki sebuah rumah.


Bertahun menabung, rumah impian pun bisa terwujud di kawasan Setu, wilayah Bekasi. Setelah mengalami mutasi kerja dari toko ke gudang, Saliman tetap berikhtiar mengasapi dapurnya untuk tetap ngebul dengan menjadi tukang pijat dan urut, setelah itu ia pun belajar teknik bekam serta pijat refleksi. Untuk melengkapi usahanya, ia membuka toko jamu di rumahnya. Keseharian Saliman di penuhi dengan aktifitas bekerja selama 8 jam di gudang distribusi, lalu di lanjut dengan panggilan urut, pijat ataupun bekam.

Selain aktifitas di atas, ia mempunyai kesibukan sebagai pengurus Serikat Pekerja dan salah satunya adalah mengadvokasi hak hak pekerja. Kesibukannya semakin bertambah namun kecintaanya untuk terus berjuang agar hak pekerja bisa tercapai meski tantangan dan rintangan siap menghadang. Semenjak kecil telah terbiasa hidup sederhana namun bukan berarti harus minder.

Terbukti kerja kerasnya selama ini telah mulai terwujud, ada satu hal yang di ingat penulis akan sosok Saliman ini, ia adalah pekerja keras dan terus belajar meski aral melintang, tak pernah merasa minder walau hanya berpendidikan rendah, selalu optimis bahwa pencapaian itu akan menyertai bagi orang orang yang mau belajar. Dan kini keahliannya dalam urut, pijat refleksi dan juga bekam telah memberikan kontribusi pemasukan bagi keluarga.

Mungkin penulis bisa mencontoh spirit atau semangat Saliman untuk mengubah jalan kehidupannya dengan kerja keras. Menurut penulis, Saliman adalah figur inspiratif, segala upaya terus di coba untuk memperbaiki taraf kehidupannya, meski lelah, meski berat namun ia tetap tabah menapakinya.

Di saat orang orang lain tertidur dan beristirahat, Saliman bekerja untuk menafkahi keluarga, atau pun Saliman aktif berorganisasi dan memberikan pencerahan bahwa buruh memang layak sejahtera. Semoga apa yang di lakukan Saliman, akan memberi rezeki halal bagi keluarganya, itulah tulisan yang saya persembahkan untuk bro Saliman yang selama ini penulis ketahui, tak ada yang tak mungkin bila bekerja dengan giat dan di tutup dengan ikhtiar doa kepada sang Illahi Rabbi, ALLAH SWT.