Pages

Senin, April 13, 2020

Virus Corona Mengajarkan Kita Hidup Resik Dan Sehat

                                                Gerakan cuci tangan menghambat sebaran Corona(dokpri)

Berasal dari laporan otoritas kesehatan Wuhan yang melaporkan pada tanggal 20 Januari 2020 bahwa ada tiga orang penduduk lokal ditenggarai meninggal karena virus  disebabkan  Corona, dan sejak saat itu pula terror Covid-19 menghantui banyak negara termasuk Indonesia, tadinya sih malah kebijakan di Indonesia nyantui melawan Corona, bahkan pemerintah menyediakan puluhan milyar bagi buzzer untuk mendongkrak pariwisata Indonesia yang lesu karena turunnya angka wisatawan. Bahkan banyak meme berseliweran di media sosial bahwa rakyat Indonesia itu rata rata kebal Corona karena imun dalam tubuh telah terlatih untuk menahan gempuran virus.

Namun faktanya ya namanya juga jasad tak kasat mata, virus tetaplah virus tak mengenal kasta, ras ataupun agama, sekalinya kena tak tanggung tanggung yakni seorang Menteri yang sedang bertugas, ada Wali Kota hingga Bupati. Apa yang kita anggap enteng di awal tahun, kini keberadaan Virus Corona seakan menjadi momok yang menakutkan. Bahkan yang tragis adalah tumbangnya petugas kesehatan gegara terpapar Covid-19, tenaga medis Indonesia harus berjibaku dan terenggut nyawanya, paling tidak hingga saat ini ada 26 dokter yang meninggal dunia, sungguh pilu dan sedihnya mendengar mereka berpulang ketika menjalankan tugas.

Saat ini Jabodetabek menjadi episentrum Covid-19, hampir tiga pekan terakhir banyak aksi untuk mencegah penyebaran Covid-19, mulai adanya pembatasan sosial, karantina wilayah dan meliburkan anak sekolah dari kegiatan belajar mengajar. Kegiatan menuju kampung halaman pun di batasi, armada armada bus antar provinsi pun semakin berkurang, banyak orang “terkurung” di dalam rumah dan tagar tagar #Dirumahsaja menjadi fenomena tersendiri. Tempat ibadah sepi, sholat Jumat ditiadakan.

Dibalik resahnya kita semua tentang virus Corona, ada sisi baik yang bisa kita ambil sebagai pelajaran, yakni berupaya menjaga pola hidup bersih, gerakan mencuci tangan menjadi trend kekinian, hampir di setiap instansi tersedia hand sanitizer, sudut sudut kota di lengkapi dengan tempat cuci tangan portable, rumah ibadah pun menyediakan tempat cuci tangan dari ember plastic dan dipasang keran, ada sabun cairnya.

Pola pola hidup sehat dilakukan dan ini tentu saja langkah untuk menghambat berkembang biaknya virus Corona, dahulu kita kerap menganggap enteng masalah cuci tangan, namun kini cuci tangan menjadi kebiasaan baru bagi kita semua dan ini memberikan pelajaran penting bagaimana seseorang menjaga kesehatannya, berharap virus Corona segera enyah dari bumi pertiwi, dan pelajaran penting lainnya adalah jangan sekali kali menganggap enteng terhadap penyebaran virus, jadinya seperti ini nih, mau kemana mana juga banyak jalanan di halangi portal, mau pulang kampung sudah pasti dilarang karena ditakutkan menyebarkan virus ke penduduk kampung.

Semoga Pandemi Covid-19 segera dituntaskan, apalagi saat ini umat Muslim di seluruh dunia akan bersiap menyambut bulan suci Ramadhan, pulang ya Covid-19, cukup sudah keresahan yang engkau sebarkan, saatnya dikau pulang, janji deh kami akan mulai menerapkan kebersihan diri dan juga lingkungan. Jangan bikin sedih lagi ya, telah banyak saudara saudara kami yang harus kehilangan nyawa dan jangan sampai bertambah lagi lho, saatnya bagi kami semua untuk hidup tenang dan damai.

Yuk ah semuanya jangan lupa ya bersih bersih diri, etika ketika batuk dan bersin di jaga, gunakan siku tangan ketika batuk, pakai masker dan jangan lupa ketika telah beraktifitas mencuci tangan, semua akan berakhir dan begitu juga sebaran virus Covid-19, kita songsong bulan Ramadhan dengan hidup lebih sehat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar