Pages

Selasa, Mei 23, 2017

Menunggu MRT Hadir Di Jakarta Dan Ramah Untuk Kalangan Difabel

                                      Suasana diskusi tentang MRT di D'LAB Menteng, Jakarta(dokpri)

    Suasana D’LAB yang terletak di Jalan Riau Nomor 1 Menteng, Jakarta Pusat masih tampak lenggang, beberapa orang terlihat sibuk mengatur tata ruang agar terliat ciamik. Di depan pintu telah bersiap petugas yang mempersilahkan mengisi registrasi. Karena menjelang waktu makan siang, si mbak yang berjaga untuk registrasi mempersilahkan kami untuk mencicipi hidangan.
Semakin siang peserta semakin banyak, ada yang berasal dari media, ada juga dari rombongan blogger, nah kalau ini mah karena sering bertemu di berbagai event jadi nggak canggung lagi. Pembawa acara yakni Mbak Dewi mempersilahkan peserta Forum Jurnalis & Blogger untuk memainkan Trivia tentang MRT, jika jawaban benar semua akan di hadiahi sebuah Flashdisk kartu bergambar MRT.

Acara Forum di mulai dengan memperkenalkan nara sumber yakni Wiliam Sabandar yang memangku jabatan Direktur PT MRT Jakarta, hadir pula Bapak Agung Wicaksana yang menjabat Direktur operasi dan pemeliharaan MRT Jakarta. Secara umum Pak Wiliam Sabandar memaparkan progres MRT saat ini, dengan transportasi bukan momok yng menyedihkan tetapi ini adalah perubahan gaya hidup yang lebih baik untuk warga Jakarta.

MRT bukan melulu membuat infrastruktur, mengerjakan prasarana, tidak hanya mengoperasikan tapi juga melakukan kegiatan bisnis. Dan ini juga terjadi di negara negara yang mengoperasikan basis transportasi seperti MRT. Hingga  saat ini MRT tetap on track dan bersiap untuk pengoperasian pada tahun 2019.
Ramah Untuk Kaum Difabel, Semoga Menjadi Perwujudan Yang Nyata

                                      Poto bareng antara blogger, pihak MRT dan Mas Panji Sahetapy(dokpri)

Dalam diskusi di Forum Jurnalis& Blogger ini, ada satu hal yang patut di acungi jempol adalah hadirnya kawan kawan dari kaum difabel,meski mereka memiliki kekurangan secara phisik namun pihak MRT mau mendengar saran saran mereka agar MRT pun bisa memberikan kemudahan saat menggunakan MRT. Urun rembuk begitu menarik, kaum difabel tampak antusias berdiskusi dengan para petinggi.
Bagaimana pun keinginan kaum difabel memang sangat beralasan mengingat selama ini moda transportasi di Jakarta pada umumnya kurang begitu ramah. Seperti yang di katakan peserta diskusi yang berasal dari komunitas netra, beliau tak ingin apa yang menjadi hak bagi kaum difabel hilang begitu saja seiring waktu berjalan, contoh kasus tentang hak untuk kaum difabel perlahan surut di moda Transjakarta.
Panji Surya Sahetapy yang merupakan putera pasangan aktor senior Ray Sahetapy dan aktris Dewi Yull yang juga ikut di acara diskusi, berharap penyediaan fasilitas pendukung untuk menikmati transportasi umum MRT. Pihak MRT pun bersiap untuk memfasilitasi keinginan kaum difabel dengan memberikan training khusus kepada staf MRT agar kaum difabel tidak kesulitan saat menggunakan MRT.
Harapan Mempunyai Transportasi Yang Terintegrasi

Meski kehadiran moda transportasi MRT di Jakarta bisa di bilang terlambat, namun lebih baik di banding tidak punya sama sekali, integritas MRT dengan moda transportasi lain pun memungkinkan para pengguna untuk lebih cepat ke tujuan, MRT tidak berdiri sendiri sebagai salah satu moda transportasi, ada integritas dengan moda transportasi lain seperti Bus Trans Jakarta, Commuter Line atau pun LRT.

Semoga ibu kota Jakarta terus bebenah dan salah satunya adalah hadirnya MRT di kota metropolitan ini, dan penulis terus berharap agar MRT menjadi kebanggaan warga Jakarta dan bisa memutus rantai kemacetan di ibu kota yang kian menggila, dan yang lebih penting apa yang di suarakan oleh saudara kita Panji Sahetapy menjadi terwujud adanya, kaum difabel pun sangat layak untuk mendapatkan pelayanan yang baik untuk urusan transportasi.

                                         Poto bareng bertanda keakraban sesama perserta diskusi(dokpri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar