Pages

Rabu, Februari 07, 2018

Hidup Memang Terasa Berat Namun Cara Kita Menyikapinya Haruslah Cerdas


                               Rezeki bukan melulu tentang uang lho(Dokpri)

     Perjalanan kehidupan sebenarnya adalah pencarian untuk menuju keabadian, susah senang, sedih gembira merupakan ibarat dua sisi uang, bersebelahan dan tak terpisahkan, sering kali merasa dunia tidak adil karena mengalami kepahitan bertubi tubi, seakan kebahagiaan enggak mendekat. Berteman kepiluan serta rintihan rasa sedih karena asa yang kita impikan tak pernah dapat dapat.
Namun saat kebahagiaan menyapa, akankah kita bersyukur atau malah jumawa seakan keping keping kebahagiaan bermahkota di kepala kita. Sejatinya kita insan yang lemah, tanpa bimbinganNYA kita bukanlah siapa siapa, di perlukan kecerdasan spiritual untuk merasakan ketika roda berputar, entah saat roda berputar di bawah dan merasakan kehidupan sepahit empedu, atau jua ketika guliran roda di atas dan bergelimang madu nan manis.
Dalam fase awal “merantau” berbekal selembar tanda kelulusan tingkat SMA, merasakan sendunya perjalanan hidup, untuk sekedar bertahan di saat pekerjaan belum di  dapat, menumpang hidup dengan nebeng di kontrakan Kakak. Melamar pekerjaan pun banyak nya sih di tolak melulu, makan seadanya bahkan pernah satu minggu penuh tak makan nasi, berlauk mie rebus hingga menunggu gajian berikutnya.
Mencoba peruntungan menjadi penulis dengan modal mesin tik dengan tuts nya yang sering sulit di ajak kompromi, apa daya semua itu seakan sia sia saat karya kita di tolak berulang kali.
Mengenang kembali ketika harus berada di sebuah ruangan sempit bernama kontrakan, udaranya lembab karena bangunannya saling menghimpit, kalau hujan menjadi becek dan banjir, uang menipis sedangkan perut tak bisa di kibuli. Pokoknya mah sedih deh kalau di ceritain mah, wkwkwkwk.

Bersyukur Bahwa Kekurangan Itu Hikmah Kehidupan

                         Keluarga adalah kunci dimana kita selalu tegar untuk bertahan(dokpri)

Meski kini bukanlah seorang yang kaya raya dan bergelimang uang, namun tetap bersyukur bahwa dulu pernah mengalami kepahitan hidup sehingga mental pun telah benar benar teruji, dan mimpi mencicipi jadi penulis akhirnya kesampaian dengan beberapa kali tulisan di muat di media massa, dan saat ini kegiatan menulis menjadi tambahan penghasilan yang alhamdulillah bisa membawa diri ini jalan jalan ke berbagai kota untuk sekedar rekreasi.

Bekal pengalaman mengalami fase terendah dalam kehidupan, tanpa makanan yang cukup, uang menipis dan juga rasa lapar yang berkecamuk seperti memberi hikmah bahwa di kala susah kita pun harus bersabar.

Teringat pesan Bapak dalam sebuah suratnya yang kini masih tersimpan, pesan yang sarat makna, bahwa apapun kesulitan hidup, jangan lupa ALLAH SWT, jaga terus sholat dan berdo’a karena itu adalah kunci kehidupan. Saat ini bila mengingat betapa pedihnya merasakan kehidupam di titik nol, bersyukur bisa bertahan meski harus tertatih. Yup nggak selamanya kok kita susah terus, bandul keberuntungan mungkin akan kita raih jika ada ikhitiar, upaya dan juga do’a.

Bila Ada Kesempatan Berbagi, Lakukanlah!

Jalan menulis ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan dalam mendapatkan fulus, dari sebuah hobi menjadi penghasilan tambahan. Meski bukan jadi blogger keren beken dengan follower bejibun di Instagram ataupun Twitter, tapi memang rezeki mah dari mana saja, dari hasil ngeblog ada saja income yang masuk, entah itu juara blog competition, jadi buzzer sebuah produk atau juga dapat door prize ketika ada acara blogger gathering.

Dari hasil menulis, bisa membantu perekonomian Emak di kampung walau pun masih ala kadarnya tapi lumayanlah membuat wajah Emak senang merupakan kebahagiaan tersendiri, jika ada rezeki, alhamdulillah bisa berbagi dengan anak anak yatim di lingkungan sekitar. Di mudahkannya pintu rezeki dari jalan menulis memberikan kesempatan untuk berbagi.

Pernah merasakan laparnya perut di saat tidak ada uang memberikan pengalaman yang sangat berharga, jika kita di posisi itu alangkah sedihnya, mumpung di beri kesempatan rasanya sayang saja bila melewatkan berbagi. Semoga tulisan ini memberikan pelajaran bagi saya sendiri, bahwa memang roda kehidupan terus berputar, tapi jangan galau ya karena di satu ketika kehidupan pun akan menuju ke arah yang lebih baik jika kita bekerja keras, berdoa untuk mewujudkan impian impian yang kita punya, namun jangan lupa juga untuk berbagi.

4 komentar:

  1. Berbagi melalui apapun ya, mas. Dapat melalui shodaqoh ilmu, materi maupun tenaga dan karya.

    BalasHapus
  2. Berbagi...

    kalau kita pernah susah, liat orang susah pasti enggak tega
    akupun pernah di posisi seperti itu...

    tetap semangat dan selalu rendah diri, masa depan tidak pernah ada yang tahu

    BalasHapus
  3. amiiin semoga kita bisa menjadi orang2 yang sabar

    BalasHapus
  4. kadang kesusahan yang kita alami itu justru jadi pengalaman berharga sehingga kita lebih banyak bersyukur dengan apa yang kita dapat ya mas...

    BalasHapus